Cara Mudah Merusak Otak

Posted on 21/12/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Manusia memiliki banyak organ tubuh, masing-masing dengan fungsinya tersendiri, namun secara keseluruhan menyatu dalam sistem tubuh manusia. Semua organ tubuh saling berkaitan dan mempengaruhi, jika satu organ mengalami gangguan, apalagi disfungsi, maka organ yang lain akan terkena imbasnya. Dalam keadaan demikian, tubuh dikatakan sakit. Jika seluruh organ tubuh bekerja dengan baik, maka tubuh dikatakan dalam keadaan sehat.

Otak merupakan organ yang fungsinya sangat vital, terutama menyangkut struktur pusat pengaturan. Otak rata-rata memiliki volume sekitar 1.350 cc. Ada juga yang mengatakan berat rata-rata otak sekitar 1.400 gram (1,4 kg), meliputi 100 miliar sel saraf atau neuron. Kalau dibuat rata-rata, ada kurang lebih 70 juta neuron dalam setiap gram berat otak. Luar biasa, seratus miliar neuron dalam otak berkoordinasi dan bersinergi untuk menjalankan beragam fungsi otak. Fungsi otak sangat beragam, tergantung bagiannya, antara lain bertanggung jawab terhadap pengaturan fungsi semua organ tubuh dan mengatur proses berpikir manusia. Kaitan antara otak dan proses berpikir begitu erat, dengan otak dan hati yang sehat, maka berpikirpun akan sehat.

Inilah daftar panjang fungsi otak yang tidak bisa digantikan organ tubuh lainnya : Otak adalah pusat sistem saraf; Otak mengelola sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh mulai dari detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh; Otak menjalankan fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, dan beragam bentuk pembelajaran.

Namun ironisnya banyak orang yang tidak menyadari begitu besarnya fungsi dan manfaat otak bagi kelangsungan hidupnya, bahkan banyak juga yang secara “sengaja” merusak otaknya sendiri. Antara lain dengan beberapa kebiasaan buruk seperti :

Merokok,

Merokok merupakan kebiasaan yang sama sekali tidak berguna bagi kesehatan dan keutuhan fungsi dan fisik otak. Merokok berkaitan dengan menghirup beragam zat kimia, yang secara langsung akan mengganggu ketersediaan oksigen di otak. Kekurangan oksigen akan merusak jaringan otak, diawali dengan penyempitan dan penyumbatan aliran darah ke otak.

Gangguan akibat merokok terhadap fisik dan fungsi otak meliputi empat stadium. Mulai dari stadium pertama, saat penyempitan kurang dari 75%, biasanya tidak ada keluhan, seperti orang sehat pada umumnya. Stadium kedua, dikenal dengan istilah defisit neurologi sementara (dengan gejala seperti : lumpuh, gangguan perasaan, penglihatan, akustik dan bicara); ganguan seperti ini menghilang dalam waktu 24 jam. Stadium ketiga, terjadi di mana defisit neurologis akan menghilang dalam 3 hari atau frekuensinya bertambah. Stadium empat, terjadi infark otak (terjadi karena penyumbatan aliran pembuluh nadi dan kadang bisa terjadi pada pembuluh balik) yang lengkap dan menyebabkan defisit neurologis yang menetap (kondisi ini menyebabkan gangguan kesadaran sampai koma).

Merokok bagi sebagian orang memang terasa nikmat, namun di balik semua itu kesehatan otak terancam, lebih jau lagi kelangsungan hidup dalam bahaya. Merokok merupakan cara paling mudah untuk merusak otak.

Menghirup Udara Kotor

Sangat erat kaitan antara otak dengan gas yang bernama oksigen (O2). Kebutuhan oksigen dari organ otak sangat tinggi, meskipun komposisi bobot otak dibanding bobot tubuh manusia hanya sekitar 2 persen, namun konsumsi oksigen otak mencapai 20 persen. Bisa dikatakan, dari sekian banyak okseigen yang kita hirup melalui proses pernafasan, sekitar seperlimanya digunakan oleh otak.

Otak rentan mengalami kerusakan saat mengalami kekurangan oksigen. Maka itu perbanyaklah oksigen yang masuk ke tubuh agar kondisi otak tetap terjaga, karena kekurangan oksigen bisa mengakibatkan kecacatan hingga kematian.

Lantas, apa jadinya jika polusi udara terjadi di sekitar kita. Selain okseigen yang sangat dibutuhkan, otak dan organ tubuh lainnya “dipaksa” menghirup berbagai gas, debu, bahkan partikel, yang di antaranya ada yang bersifat toksik. Padahal kebutuhan akan oksigen sangat besar, dengan cadangan yang sedikit di otak. Dalam hal ini sel-sel otak mulai mengalami kerusakan, bahkan kematian, jika tidak ada pasokan oksigen hanya dalam 3-7 menit.

Kondisi jalan raya yang macet, dengan jumlah kendaraan yang banyak, jelas menyebabkan kadar oksigen rendah dengan polutan yang tinggi. Dalam kondisi yang demikian, pengendara sepeda motor biasnya menggunakan kain penutup mulut dan hidung, atau menggunakan masker. Persoalannya, apakah penggunaan penyaring debu tersebut justru malah menghambat aliran okseigen ? Perlu ada kajian dan penelitian yang mendalam untuk ditemukannya masker yang benar-benar aman. Bisa meneruskan okseigen dan mampu menyaring gas lain, partikel serta debu.

Menghirup udara kotor, baik di jalan raya, di sekitar pabrik, bahkan di sekitar gunung berapi yang sedang mengalami erupsi, merupakan cara mudah merusak otak. Oleh sebab itu, sering-seringlah menghirup udara bersih di tempat yang rimbun dengan pepohonan. Karena pepohonan pada siang hari melepaskan oksigen, sebagai sisa dari peoses fotosintesis pada dedaunan.

Kebiasaan Buruk Lainnya :

Tidak atau jarang sarapan, menyebabkan kadar gula darah rendah, lebih jauh lagi menyebabkan defisit gizi, dan pada organ otak menyebabkan kemunduran;

Makan berlebihan atau terlalu kenyang, diduga bisa menyebabkan pengerasan pembuluh otak karena kelebihan zat-zat tertentu seperti lemak dan karbohidrat;

Konsumsi gula secara berlebihan, berdampak pada gangguan penyerapan protein, sehingga mengganggu perkembangan otak;

Terlalu banyak begadang atau kurang tidur, dalam jangka panjang menyebabkan kematian sel otak.

Tidur dengan kepala tertutup, baik dengan selimut, bantal atau kain, berdampak pada peningkatan kadar karbondioksida yang bisa merusak sel-sel otak;

Bekerja dan belajar keras pada kondisi tubuh sedang sakit. Pada kondisi sakit terjadi ketidakseimbangan dan gangguan kinerja organ-organ tubuh. Dalam kondisi yang demikian, dibutuhkan istirahat sedang sampai total, termasuk mengistirahatkan otak.

Jarang bergaul dan langka berbicara, ternyata interaksi sosial dengan “sesama pemilik otak” sangat diperlukan. Jika kurang dilakukan, maka akan terjadi penurunan fungsi otak, menjadi kurang sensitif dalam menanggapi suatu kejadian, bahkan menjadi relatif sulit untuk berpikir;

Kurang melatih otak, banyak permainan menarik yang mampu menstimulasi pikiran, mulai dari mengisi teka-teki-silang, main catur, dan berbagai brain gym.

Ternyata fungsi otak sangat penting, namun di sisi lainnya ternyata banyak hal yang bisa menyebabkan kerusakan otak. Hal-hal yang merusak otak tersebut begitu mudahnya dilakukan oleh banyak orang, seolah tidak peduli dengan dirinya, kurang memperhatikan kelangsungan hidupnya. Oleh sebab itu, jagalah otak, jangan dirusak. (Atep Afia)

Dipublikasikan juga melalui :

http://kesehatan.kompasiana.com/medis/2010/12/21/cara-mudah-merusak-otak/

 

 

 

Posted in: Kesehatan