Kewirausahaan Bisa Dipelajari

Posted on 16/12/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Ada orang yang beranggapan bahwa kewirausahaan itu bakat, bahkan karena keturunan. Hal itu merujuk pada adanya fakta pada etnis tertentu yang umumnya “berbakat” wirausaha, di mana kemampuannya jauh melampaui etinis lainnya. Sebenarnya kewirausahaan itu bisa dipelajari oleh siapapun, kapanpun dan di manapun. Namun pada akhirnya akan tergantung pada orang-per-orangnya juga.

Douglas Mc Gregor dalam bukunya The Human Side of Entreprise, mengemukakan Teori X dan Y. Teori X menyebutkan bahwa pada dasarnya manusia itu malas, maka harus dipaksa dan dikontrol ketat, supaya pekerjaannya memenuhi target tertentu. Sedangkan Teori Y menyatakan, bahwa manusia sebenarnya gemar bekerja, dan bila diberikan motivasi yang tepat dan tanggung-jawab yang sesuai, pasti akan terdorong untuk berprestasi.

Untuk menjadi seorang wirausahawan yang handal dan tangguh, kedua teori tersebut sangat mendukung dan bisa diterapkan. Terutama menyangkut kemalasan, gemar bekerja, motivasi, kontrol, target, tanggung jawab dan prestasi. Dalam diri seorang calon wirausahawan, faktor kemalasan tentu saja ada, bahkan pada setiap orang. Dengan demikian langkah pertama untuk menjadi wirausahawan ialah melenyapkan faktor kemalasan tersebut, lantas diganti dengan karakter gemar bekerja.

Perubahan karakter dari pemalas menjadi pekerja keras tentu tidak mudah, menuntut kedisiplinan yang tinggi. Untuk itu faktor-faktor motivasi, kontrol, target, tanggung jawab dan prestasi harus disertakan dalam berusaha. Upaya penerapannya dilakukan secara mandiri, tanpa bantuan dan instruksi dari siapapun. Itulah salah satu keunggulan dari para wirausawan, yakni berdisiplin untuk berprestasi dengan dorongan yang utama berasal dari diri sendiri.

Sedangkan Michael Maccoby dalam bukunya The Gamesman, menyebutkan bahwa salah satu keunggulan wirausahawan dibanding kelompok lainnya, ialah gemar perubahan dan peningkatan.

Karakter unggul dari wirausahawan sukses bisa diadopsi, yaitu melalui tahapan perubahan cara berpikir, perubahan sikap dan perubahan kebiasaan. Hal itu memerlukan proses belajar dan latihan yang terus-menerus. Untuk berhasil menjadi wirausahawan sukses diperlukan “jam terbang belajar” yang tinggi, dengan menggunakan “model belajar” kisah sukses tokoh-tokoh wirausahawan atau pengusaha terkemuka.

Saat ini kewirausahaan sudah dimasukan ke dalam kurikulum di perguruan tinggi dan SMA/SMK. Sehingga kelak berwirausaha akan menjadi pilihan utama, tidak seperti saat ini menjadi pegawai, bahkan PNS menjadi keinginan utama lulusan perguruan tinggi. Persoalannya, materi yang diajarkan sering terjebak pada teori dan teori, kurang dalam menerapkan praktek kewirausahaan. Padahal kewirausahaan itu praktek, hanya akan berhasil jika ditempuh melalui tindakan, aksi yang nyata. Sebagaimana ingin bisa berenang, yang terpenting ialah bukan mengkaji teorinya secara mendalam, tetapi segera “nyebur” ke kolam. Mau jadi wirausahawan ? Tidak ada pilihan lain, segera “nyebur” ke “kolam”, “lautan”, kalau perlu ke “samudera” kewirausahaan. (Atep Afia)

 

 

 

Posted in: Kewirausahaan