Jurus Menjadi Manusia Di Atas Rata-rata

Posted on 14/12/2010

0


Judul Buku :  The 7 Awareness –

Penulis : Nanang Qosim Yusuf –

Penerbit : Grasindo –

Resensi Oleh : Atep Afia Hidayat –

Buku The 7 Awareness, 7 Kesadaran Hati dan Jiwa Menuju Manusia Di Atas Rata-rata, ditulis oleh Nanang Qosim Yusuf (Naqo), diterbitkan oleh Grasindo. Menarik sekali, buku ini merupakan hasil pergulatan panjang dari penulis yang memiliki motto… Ayah saya boleh miskin namun saya harus kaya, ayah saya tidak berpendidikan saya harus berpendidikan, saya harus mengangkat nama baik keluarga. Banyak tokoh yang memberikan inspirasi kepada penulis, seperti Prof Dr H Nazaruddin Umar (tokoh kesadaran), Anand Krishna (tokoh humanis), Cak Nur (tokoh pemikiran Islam) dan Rani A. Dewi (konselor sufistik).

Menurut Naqo tujuh jurus menjadi manusia di atas rata-rata itu meliputi:

  1. Pintu Kesadaran Pikiran.
  2. Pintu Kesadaran Berdiam Diri.
  3. Pintu Kesadaran Kesuksesan.
  4. Pintu Kesadaran Jiwa.
  5. Pintu Kesadaran Kebijaksanaan.
  6. Pintu Kesadaran Impian.
  7. Pintu Kesadaran Keikhlasan.

Membangun kesadaran memang tidaklah mudah, diperlukan perenungan dan eksplorasi yang mendalam, dimulai dari membuka pintu kesadaran pikiran. Dari seluruh umat manusia yang ada di Planet Bumi, yang termasuk katagori pemikir mungkin hanya 5 persen. Karena peran manusia yang hanya 5 persen inilah, bumi mengalami beragam kemajuan (sekaligus kemunduran). Bagaimana jadinya, kalau yang termasuk pemikir itu mencapai 10 atau 15 persen ?

Ada ungkapan menarik dari bagian buku ini… Anda bisa berpikir negatif karena mawar ada durinya, atau Anda bisa berpikir positif duri itu ada mawarnya. Semuanya kembali kepada suasana hati Anda dan yang mengatur, menyuruh, meguasai hati itu adalah diri Anda sendiri. Ada lima depertemen yang berada di bawah komando kita sebagai raja, yaitu Departemen Penglihatan (mata), Dep. Pendengaran (tlinga), Dep. Penciuman (hidung), Dep. Rasa (kulit) dan Dep. Ucapan (mulut). Pada mulainya segala sesuatu harus dimulai dengan keikhlasan, prosesnya berlangsung dalam keikhlasan, dan diakhiri juga dengan keikhlasan. (Atep Afia)

Posted in: Resensi