Potensi Luar Biasa dalam Diri Kita

Posted on 12/12/2010

0


Judul Buku : Quantum Ikhlas – Teknologi Kekuatan Hati –

Penulis : Erbe Sentanu –

Resensi Oleh : Atep Afia Hidayat –

Ada sebuah penelitian mengenai pemanfaatan otak, yang menyimpulkan bahwa otak manusia yang terdiri dari 1,5 milyar sel itu baru dimanfaatkan rata-rata sekitar 1- 5 persen. Dengan kata lain, organ yang terlindung aman di kepala kita itu 95-99 persen potensinya masih nganggur. Nah lho, itu baru bicara otak. Sebenarnya manusia punya organ lain kedudukannya lebih vital yaitu qolbu atau hati. Lantas berapa persen kekuatan hati yang sudah didayagunakan, mungkin baru 0,000…. 1 persen. Kita punya hati tetapi kinerjanya masih minimalis, tak heran jika belakangan muncul berbagai upaya untuk mengelola hati, mulai dari manajemen qolbu, wisata hati, ESQ dan Qunatum Ikhlas (Teknologi Aktivasi Kekuatan Hati).

Adalah seorang muda bernama Erbe Sentanu, anggota dari Global Spiritual Computing Research Group dan Institute of Neotic Sciences yang berbasis di Amerika Serikat, mencoba untuk merumuskan Quantum Ikhlas dalam sebuah buku yang terbagi menjadi sembilan bagian, Satu: Quantum Ikhlas, Makin Dalam, Makin Halus, Makin Dahsyat; Dua: Manusia (Seharusnya) Ciptaan yang Sempurna; Tiga : The Law of Attraction, Hidup Di Alam Vibrasi; Empat: Upgrade Hardware Anda; Lima : Upgrade Software Anda; Enam: The Power of Positive Feeling, Pikiran Positif yang Rasanya Enak; Tujuh: Goal Praying, Science of Powerful Intention; Delapan: Digital Prayer, Jalan Pintas Menuju Ikhlas; dan Sembilan: Keajaiban Ikhlas.

Buku setebal 236 halaman tersebut dilengkapi satu keping CD software upgrade hardware otak dan bawah sadar. Ruarrr biaza, menurut penulis ternyata yang perasaan merupakan aset utama manusia. Pada diri manusia, tubuh adalah yang paling lambat getarannya, sementara pikiran dan perasaan (kesadaran) manusia memiliki vibrasi yang paling tinggi di alam semesta. Secara obyektif, para ahli fisika kuantum menegaskan, bahwa manusia bisa mengubah realitas (susunan energi quanta) kehidupannya dengan cara mengubah getaran pikiran dan prasangkanya, melalui perasaan di dasar hatinya yang ikhlas.

Selanjutnya Sentanu menjelaskan, ikhlas artinya menyerahkan seluruh hidup hanya kepada Tuhan semata. Di mana segala urusan dan kepentingan sudah kita kembalikan kepada-Nya. Sehingga hanya kepentingan-Nyalah yang senantiasa memancar dan mengalir dari hati kita.

Ternyata ikhlas itu begitu indah, tidak ada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah. Sesungguhnya manusia diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Jika hidup dijalani dengan ikhlas maka langkah demi langkah kita akan terasa ringan, lancar, sejuk, damai dan nyaman. Mari kita bersama menggapai ikhlas. Kelebihan : Kolaborasi Iptek dan Motivasi Spiritual. (Atep Afia)

Posted in: Resensi