Tumbuhan Penangkal Kanker

Posted on 30/11/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Belakangan ini kanker menjadi salah satu penyakit yang menakutkan. Kanker adalah perumbuhan dan perkembangan sel-sel tubuh yang abnormal, tidak terkontrol dan tidak berbentuk. Kanker bias terjadi di setiap bagian tubuh manusia. Bila kanker terjadi di permukaan tubuh, maka akan mudah diketahui dan diobati. Bila terjadi di dalam tubuh, kadang-kadang tidak ada gejala. Kemudian setelah lanjut menjadi sulit untuk diobati. Melalui deteksi dini dan cara pengobatan terbaru, banyak jenis kanker bias disembuhkan. (Human Health Care Company-Eisai, 1996).

Kanker bisa hinggap pada tubuh siapa saja, perempuan, laki-laki, anak-anak maupun dewasa. Datangnya secara tiba-tiba dan sulit diduga. Gejala kanker antara lain L suara menjadi parau, batuk yang sulit sembuh, sembelit dan diare secara bergantian, luka yang sulit sembuh, perubahan mendadak warna dan ukuran kutil atau tahi lalat, benjolan atau penebalan payudara, pendarahan dan pengeluaran lendir secara abnormal, perubahan kebiasaan buang air kecil (Hartono Hdw, 1992). Beberapa macam kanker : kanker bibir, kanker payudara, kanker buah zakar, kanker darah putih (leukemia), kanker hati, kanker getah bening, kanker ginjal, kanker indung telur, kanker kandung kencing, kanker kelenjar gondok, kanker kerongkongan, kanker kulit, kanker lambung, kanker otak, kanker pancreas, kanker paru-paru, kanker prostat, kanker rahim, kanker sumsum tulang, kanker tahi lalat, dan kanker tulang.

Kasus yang paling sering muncul ialah kanker leher rahim dan kanker payudara. Setap perempuan dianjurkan untuk secara rutin memeriksa payudaranya, apakah terdapat benjolan atau pengeluaran cairan dari puting susu. Selain itu dianjurkan untuk melakukan tes pap-smear, untuk memeriksa kondisi leher rahim, setidaknya setiap dua tahu. Memperhatikan posisi geografisnya yang berada di sekitar khatulistiwa dan merupakan daerah tropis, penduduk Indonesia pun menjadi rawan terhadap kanker kulit.

Penyebab kanker antara lain bahan kimia (karsinogenik), meliputi sekitar 100 senyawa, yang digunakan sebagai produk farmasi, makanan, makanan aditif, perlengkapan rumah tangga, pertanian dan industry. Ternyata senyawa-senyawa kimia seperti asap rokok, karbon dari makanan panggang, serta nitrat dan nitrit dari pengawet daging juga merupakan karsinogenik. Penyebab kanker berikutnya ialah luka dan goresan, infeksi virus, unsur-unsur diet (kelebihan lemak, kekuarangan makanan serat),perubahan dan kelainan gen, serta penurunannya daya tahan tubuh (imunitas).

Benteng terpenting untuk “memukul mundur” serangan kanker ialah memelihara dam meningkatkan imunitas tubuh. Hal itu menjadi semakin penting manakala jenis-jenis penyebab kanker terus bertambah. Kondisi lingkungan hidup yang semakin amburadul akibat eksploitasi secara sembrono, menyebabkan kanker menjadi semakin mudah “menghinggapi” tubuh manusia. Lapisan ozon yang kebocorannya makin meluas, menyebabkan sinar ultra violet dengan leluasa “menggerayangi” dan merusak pigmen kulit seseorang. Asap rokok, asap knalpot kendaraan bermotor dan asap pabrik dengan leluasa merasuki proses biokimia tubuh seseorang, sehingga muncul kanker paru-paru. Pola makan dari makanan yang tidak sehat dengan cepat menumbuhkan kanker lambung.

Tingkat imunitas tubuh berbanding terbalik dengan penambahan usia, radiasi, malnutrisi, obat-obatan tertentu dan virus (hepatitis B, HIV, dan sebagainya). Penyebab kanker sangat beraga, dan metoda pengobatannya mulai dari pemberian obat-obatan, yang seringkali menimbulkan efek samping berupa muntah-muntah, rambut rontok dan anemia; pengobatan dengan sinar Rontgen, sinar radioktif kobalt; dan dioperasi, tergantung jenis dan tingkat serangannya. Sebagian besar kasus belum sembuh kecil sekali (kecuali untuk beberapa kasus tertentu, ada juga penderita kronis yang sembuh).

Memperhatikan begitu berbahayanya serangan kanker, maka upaya pencegahan sedini mungkin menjadi sangat penting. Salah satu caranya ialah mengembangkan imunitas tubuh dengan zat anti (penangkal) kanker. Menurut beberapa kajian, ada jenis-jenis tanaman atau bagian tanaman yang mengandung zat anti kanker, atau paling tidak meningkatkan imunitas tubuh terhadap serangan kanker.

Menurut hasil penelitian M Wien Winarno, Dian Sundarim dan Budi Nuratmi, dari Pusat Peneltian dan Pengembangan Farmasi, Balitbang Depkes RI (dalam Cermin Dunia Kedokteran, 2000), benalu teh (Scurulla atropurpurea), tumbuhan yang bersimbiosis dengan tanaman teh, mengandung senyawa alkanoid, flavonoid, glikosida, triterpen, saponin dan tanin. Percobaan aktivitas benalu teh terhadap aktivitas system imun mencit menunjukan, pada dosis 150 mg/100 g bobot badan, terjadi kecenderungan peningkatan konsentrasi imunoglobin G (igG). Zat tersebut berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh.

Bahan lainnya yang diketahui sebagai penangkal kanker ialah teh hijau. Menurut penelitian Prof Wang Huaizhou dari Lembaga Gizi, Cina, the hijau mampu menekan jumlah zat pemicu kanker seperti senyawa nitroso prolin. Prof Wang juga melakukan percobaan dengan menyuntikan natrium nitrit dan metal benziamen (bisa berubah menjadi karsinogenik kuat) pada sejumlah tikus putih. Sekelompok tikus diberi minuman air putih, dan sekelompom lainnya minuman the hijau. Dalam tiga bulan diketahui, 95 persen tikus yang minum air putih terserang kanker kerongkongan, dan seluruh tikus yang minum the hijau bebas kanker.

Apel ternyata juga mengandung zat anti kanker. Menurut Nurfi Afriansyah (1996), cita rasa, aroma dan tekstur apel tersusun oleh 230 jenis zat kimia. Beberapa senyawa anti kanker dalam apel: Pektin, yang terkonsentrasi pada kulitnya dapat mengurangi kadar kolesterol darah, memperbaiki kemampuan otot untuk mendorong sisa makanan melalui saluran pencernaan, serta mengikat dan mengeluarkan racun (sebagai karsinogen) dari dalam usus; Asam elagat; Asam Klorogenat; Asam kafeat; dan Glutathione. Asam elagat dikenal sebagai obat anti kanker generasi baru. Aktivitas utamanya melindungi kromosom dari kerusakan dan memblokir senyawa karsinogenik seperti bersumber dari asap rokok (polycyclic aromatic hydrocarbons-PAH) dan benzopyrene. Senyawa Glutathione merupakan antioksidan yang penting dalam tubuh, dapat mengurangi efek racun atau pengaruh zat karsinogenik seperti timah dan berbagai bahan aktif serta pelarut pestisida. Beberapa jenis jamur seperti shiitake, himematsuke dan maitake, ternyata mengandung senyawa 1,2 beta D-glucan, yang juga dapat meningkatkan imuniitas tubuh, sehingga lebih sanggup dalam “menghalau” kanker.

Sebenarnya tumbuhan yang ada di ekosistem Indonesia sangat beragam, hanya sebagian kecill yang diketahui manfaatnya, sebagian besar lainnya masih dianggap liar, benalu atau gulma. Padahal ada kemungkinan di antaranya mengandung zat anti kanker, seperti pada benalu the. Namun untuk menemukannya diperlukan kerja keras, penelitian mendalam dan biaya yang tidak sedikit.

Ternyata metode pengobatan kanker belum “secanggih” beberapa penyakit lainnya. Hal ini menjadi “peluang” bagi bidang kesehatan atau kedokteran untuk terus melakukan penelitian. Bagaimanapun, untuk setiap penyakit “dijamin” ada obatnya. Yang menjadi tugas para peneliti ialah mengidentifikasi “penyebabnya” dan menemukan “penangkalnya” (obatnya). Lebih baik mencegah daripada mengobati, pepatah bijak yang pantas diterapkan untuk menghindari kanker. (Atep Afia)

Posted in: Kesehatan