Hindari Stres dengan Menulis

Posted on 16/11/2010

1


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Stres bisa melanda siapa saja, tua-muda, kaya-miskin, laki-perempuan, orang kota-orang desa, pejabat-rakyat, dengan berbagai tingkatannya, mulai dari yang sangat ringan, ringan, agak berat, berat, bahkan sangat berat. Stres bisa menjelma jadi penyakit, bahkan kematian. Kalau ditelaah lebih lanjut, mayoritas pasien di rumah sakit penyebab sakitnya terutama karena stres. Menurut Dr. Vernon Coleman, dalam bukunya Overcoming Stress, penyebab stres meliputi lingkungan, masyarakat dan pribadi.

Warga kota besar seperti Jakarta lebih rentan terhadap stres, antara lain karena kehidupan kota yang diwarnai kemacetan, polusi udara, banjir dan beragam persoalan lingkungan lainnya. Setiap hari secara ekologis Jakarta dan kota besar lainnya makin tidak ramah sebagai habitat manusia. Begitu pula kondisi masyarakat semakin diwarnai ketegangan sosial, mulai dari tingkat kriminalitas yang tinggi, diskriminasi, masalah pekerjaan, persoalan rumah tangga dan sebagainya. Penyebab stres yang tidak kalah pentingnya adalah kesulitan pribadi, mulai dari faktor usia, status, kesehatan, dan sebagainya.

Stres tidak bisa dibiarkan, perlu ada penanganan secara sungguh-sungguh, mulai dari dicari penyebabnya, kemudian dicarikan solusi penyembuhannya. Lantas, bagaimana kaitan antara stres dengan menulis ? Dalam hal ini, kebiasaan menulis bisa dijadikan solusi untuk mengurai benang kusut persoalan yang sedang melanda. Stres bisa timbul akibat kekacauan dalam berpikir dan berperasaan. Terlalu banyak hal yang dipikirkan bisa berakibat stres, makin banyak hal yang dirasakan juga menimbulkan stres. Dengan demikian, penyebab stres perlu diidentifikasi, caranya dengan dituliskan secara cermat. Berpikir itu keharusan dalam kehidupan, tetapi harus jelas dan fokus terhadap apa yang dipikirkan. Perlu ditelaan apakah yang dipikirkan itu hal yang sangat penting, penting atau hal yang tidak berguna. Nah, cobalah mengurai benang kusut dalam pikiran dengan menuliskannya.

Kenapa harus menulis ? Dengan menulis, apalagi dipublikasikan melalui blog, situs web, buku atau media cetak kita bisa berbagi dan berinteraksi dengan orang banyak. Bisa jadi ada yang mengomentari apa yang kita tulis, siapa tahu sarannya penting dan berharga. Lantas, apakah masalah pribadi boleh ditulis dan dipublikasikan. Kenapa tidak, supaya tidak terlalu terbuka bisa disamarkan atau masuk katagori fiksi.

Dengan aktif menulis, maka cara dan kemampuan berpikir kita akan lebih terarah dan menjadi sistematis. Dengan demikian, menjadi lebih mudah dalam menghalau benang kusut dalam pikiran dan perasaan, berarti lebih gampang terhindar dari stres. Cari obat anti stres ? Ya, menulis ajah ! (Atep Afia)

Posted in: Kesehatan