Ketika Mr. Mouse Jadi Mr. Beruang

Posted on 13/11/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Luar biasa, Mr. Beruang bisa dengan leluasa “bergentayangan”, padahal statusnya sedang dalam tahanan, terkurung dalam jeruji besi, yang dijaga ketat dengan petugas bersenjata lengkap. Mr. Beruang bisa melenggang leluasa dan tanpa beban, naik pesawat bertiket paling mahal, nginap di hotel termewah, dan nonton pertandingan tenis kelas internasional.

Mr. Beruang begitu merdeka, karena dia menembus kebebasan dengan setumpuk uang. Di negeri yang mengalami “impotensi hukum” ini, siapapun yang “ber-uang” bebas membeli apa saja dalam kondisi apapun. Ketika Mr. Beruang tersangkut kasus hukum, dengan tiada sungkan aparat pun dibeli, bukan hanya aparat di level bawah, bahkan yang berkasta tinggi sekalipun. Akibat sepak terjang Mr. Beruang, aparat berstatus jenderal pun terbuai masuk perangkapnya.

Mr. Beruang dikurung di kebun binatang .. ehh di tahanan yang ada di Depok, Jawa Barat. Aneh tapi nyata, wartawan sebuah media cetak terkemuka, berhasil menjepret foto keberadaannya di Bali. Depok – Bali jaraknya ribuan kilometer. Luar biasa, ternyata Mr. Beruang berhasil membuai para penjaga dengan uang berjibun. Bagaimana cara Mr. Beruang memainkan uangnya, padahal sedang dalam status ditahan, hal ini perlu dicermati secara sungguh-sungguh. Bagaimana Mr. Beruang berhasil menimbun uangnya, di mana tempat penimbunannya, dan siapa yang ikut berperan. Hal ini juga menjadi peer serius. Tetapi yang perlu lebih serius lagi, siapa aparatur hukum yang sanggup mengusut berbagai kecurangan Mr. Beruang. Jangan-jangan kepiawaian Mr Beruang akan “menghipnotis” siapapun yang mencoba mengurungnya.

Senjata utama Mr. Beruang adalah uang. Melalui uang beragam “halangan” bisa dienyahkan. Nah, untuk membuat Mr. Beruang tidak berkutik jadikan dia beruang ompong. Caranya, sita seluruh uang-nya, sehingga Mr. Beruang tak sanggup lagi mengeong, eh.. mengaum, ehh … menguang.

Kalau dikilas balik kisahnya Mr. Beruang bermula dari Mr. Mouse. Tanpa ragu, segan, bimbang, khawatir atau takut secuilpun, Mr. Mouse rajin menggerogoti uang pajak. Mr. Mouse memainkan perannya sebagai pengerat, uang pajak yang disetor rakyat untuk operasional dan kelangsungan negara, lantas diembatnya, ditimbun di bank, dijadikan istana mewah, dan tentu saja dibagi-bagi kepada sesama Mr. Mouse.

Di negeri yang termasuk negara terkorup ini, Mr. Beruang dan Mr. Mouse sulit diberantas, dengan perangkap secanggih apapun. Daya kerja Mr. Beruang dan Mr. Mouse sudah begitu sistemis. Lantas, bagaimana supaya negeri ini terbebas dari Mr. Beruang dan Mr. Mouse ? Inilah peer serius bagi segenap komponen bangsa ini. (Atep Afia)

Dipublikasikan juga melalui :

http://hukum.kompasiana.com/2010/11/13/mr-beruang-dan-mr-mouse/

 

 

Posted in: Hukum