Seumur Hidup Jadi Orang Gajian ? Terlalu !

Posted on 07/11/2010

0


Judul Buku :  Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian –

Penulis :  Valentino Dinsi; SE; MM; MBA dkk –

Oleh : Atep Afia Hidayat –

Jangan mau seumur hidup jadi orang gajian. Siapapun yang bekerja suatu saat pasti akan kehilangan pekerjaannya. Bisa karena pensiun, dipecat atau perusahaan bangkrut. Buku ini “memprovokasi” pembaca supaya berpikir ulang mengenai status “kepegawaiannya”, sebelum masa “kehilangan pekerjaan” itu tiba. Sedia payung sebelum hujan, bertindak cepat, buka usaha sebelum kehilangan pekerjaan.

Ternyata “menjadi pengusaha adalah keharusan”, begitu tulis Bambang N Rachmadi, President Director dan Pemilik Mc Donald Indonesia, dalam sambutan buku tersebut. Menurut Bambang, dari 100 orang pengusaha baru, 80 persen jatuh bangkrut dan miskin karena “kebodohan” atau “ketidak-tahuan”. Persyaratan terpenting menjadi pengusaha ialah “Jiwa Wirausaha” dan “Keberuntungan”.

Supaya terbebas dari “ignorance”, maka seorang calon pengusaha harus banyak belajar, supaya usahanya berlanjut dan berkembang. Buku “Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian” memberikan manfaat yang luar biasa bagi pembacanya, antara lain :

1. Memompa semangat untuk segera memulai usaha.
2. Menuntut untuk masuk ke dunia wirausaha.
3. Memberi keyakinan, bahwa uang bukan segalanya untuk memulai usaha.
4. Memberikan contoh langkah orang-orang yang telah sukses.
5. Memberikan software business plan (buku ini dilengkapi CD)
6. Memberikan informasi tentang sumber-sumber permodalan
7. Memberikan informasi tentang website bisnis dunia

Anatomi buku ini meliputi lima bagian. Bagian pertama mengenai Potret Small Medium Enterprise (SME) Di Indonesia, antara lain mengungkap perihal: Siapa usahawan survive di Indonesia; Persoalan Dasar Entrepreneurship di Indonesia; Menciptakan komunitas berbudaya wirausaha. Bagian dua mengenai The Spirit Of Entrepreneurships, ternyata masa depannya ditangan sang pemberani, inovator dan pemiliki jiwa wirausaha. Bagian tiga menampilkan Kisah Sukses Para Entrepreneur, kelas nasional (Aa Gym, Arifin Panigoro, Bob Sadino, Ciputra sampai Surya Paloh), kelas internasional (Aristoteles Onassis, Bill Gates, sampai Walt Disney). Bagian keempat mengenai Kredit Mikro dan Venture Capital, memuat berbagai lembaga keuangan sebagai mitra usaha, seperti BI, BRI, Bank BNI, BCA, Bank Danamon, Bank Muamalat, dan sebagainya. Bagian lima mengenai Komunitas Virtual, menampilkan alamat beberapa wbsite yang berkaitan dengan kewirausahaan.

Sebagai panduan memulai bisnis, keberadaan buku ini sangat memadai. Namun sekali lagi, yang terpenting adalah: Praktek ! Praktek ! Praktek ! (Atep Afia)

Diterbitkan juga melalui :

http://id.shvoong.com/books/1865871-menjadi-pengusaha/

Posted in: Resensi