Teve dan Internet, Dua Jam Saja !

Posted on 03/11/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Makin menarik, makin interaktif, makin menyita waktu. Sajian di layar televisi, monitor komputer atau laptop, makin membuat banyak orang lupa waktu dan lupa diri. Serasa terintegrasi dengan dunia maya, seperti nyebur dalam kolam fantasi, bisa berjam-jam, bahkan sehari penuh. Pernah dikabarkan ada seorang pria pengunjung warnet yang meninggal, setelah online tiga non stop. Melalui kecanggihan teknologi informasi, dunia maya makin menantang untuk ditelusuri, lebih dalam dan lebih dalam lagi, sampai akhirnya terlena.

Terjangan dunia maya tidak mengenal batas usia. Sajian acara televisi bisa menghanyutkan balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga manula, begitu pula internet dan beragam games. Keramahan Facebook dan Twitter bisa merangkul siapapun, seperti memabukan, membuat penikmatnya terlupa dunia nyata.

Lantas, bagaimana kita harus menyikapi semua itu. Pasrah atau berontak, atau mengambil langkah bijak. Perkembangan teknologi informasi memang tidak bisa dibendung, selain memberikan dampak positif juga menoreh dampak negatif. Keberadaan internet dengan ratusan jutaan situs web-nya, secara langsung bisa menambah pengetahuan. Melalui beraham situs jejaring sosial, terjadi interaksi yang makin intensif dan ekstensif di antara orang diseluruh beluruh belahan dunia. Internet menyajikan pengetahuan sekaligus hiburan. Namun jika over dosis dalam menikmatinya, maka akan terjadi ketidakseimbangan dalam diri penggunanya.

Begitu pula dengan televisi, puluhan ribu stasiun televisi dari berbagai negara seperti berlomba untuk menyajikan acara yang paling enak ditonton. Tak heran jika penonton televisi bisa tahan berjam-jam di depan layar kaca, dengan mata dan pikiran yang tetap fokus. Sebuah stasiun televisi swasta nasional, pernah menyelenggarakan lomba nonton televisi terlama. Hasilnya ternyata, banyak orang yang tahan nonton selama 24 jam. Sebuah rekor yang mencerminkan gaya hidup yang tidak sehat.

Dua Jam Saja

Seharusnya duduk di depan layar televisi, monitor atau layar apapun yang menjadi pintu masuk ke dunia maya dalam sehari tidak melampaui dua jam. Lewat dua jam, berarti bahaya. Sebuah hasil penelitian yang dipublikasikan jurnal Pediatrics (http://pediatrics.aappublications.org/), Amerika Serkat, sebagaimana dikutip harian Kompas, 13 Oktober 2010, mengungkapkan, bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu dua jam atau lebih dalam sehari di depan televisi atau main games, memiliki lebih banyak kesulitan psikologis, seperti masalah yang terkait dengan hubungan di antara teman sebaya, masalah emosi, hiperaktif, dan tingkah laku yang menantang, dibanding anak yang tidak banyak menonton televisi atau main games.

Jika kebiasaan buruk tersebut dibiarkan berlarut-larut, bisa diduga dampak psikologis yang ditimbulkan dari kelebihan duduk di depan layar bisa lebih kronis. Bisa saja mengarah pada beragam gangguan psikologis dan kesehatan. Pada orang dewasa pun dampak yang ditimbulkan tidak kalah beratnya, apalagi orang dewasa memiliki kewajiban interaksi sosial yang lebih tinggi. Jika kehidupannya didominasi dunia maya, maka akan berubah menjadi “asing” ketika terjun di dunia nyata. Memiliki seribu teman di Facebook belum tentu lebih baik dari hanya memiliki satu teman di dunia nyata. Oleh saba itu, batasi nonton televisi, batasi online, maksimum dua jam saja !, bahkan kalau perlu cukup satu jam saja !!! (Atep Afia)

Dipublikasikan juga melalui :

http://teknologi.kompasiana.com/group/gadget/2010/10/14/satu-jam-saja/

Posted in: Media