Jadi PNS ? Masih Idola Pencari Kerja

Posted on 03/11/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat

Ada lowongan PNS di Pemprov DKI, jumlahnya 1.810 orang. Woww banyak juga ! Pendaftaran mulai Rabu 3 November 2010 sampai Rabu 10 November 2010, hanya 8 hari kerja. Ketarangan lebih lanjut, buka saja pelan-pelan situs web http ://www.rekrutmen.jakarta.go.id. mulai pukul 09.00, Rabu, besok. Mengenai jenis pendidikan dan syarat-syarat yang diperlukan guna melakukan pendaftaran juga dapat dilihat pada website tersebut.

Luar biasa, animo generasi muda atau para pencari kerja untuk menjadi PNS. Setiap lowongan formasi CPNS selalu disesaki peminat. Begitu berjubel datang dari berbagai penjuru dan beragam tingkat pendidikan. Jadi PNS adalah impian banyak orang, karena masyarakat sudah terlanjur mengasumsikan kerjaan santai penghasil pasti, pensiun seumur hidup lagi. Memang asumsi tersebut tidak sepenuhnya benar, banyak juga PNS yang bekerja keras dengan P7 (pergi pagi pulang petang penghasilan pas-pasan). Tapi itu untuk PNS golongan bawah, kira-kira golongan I dan II, kalau yang golongan III ke atas, ya rata-rata enjoy abizzzz.

Kalau dilakukan survei terhadap mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi, maka menjadi PNS masih pilihan mayoritas. Menjadi wirausahawan adalah pilihan nomor sekian. Padahal yang lebih dibutuhkan bangsa dan negara ini adalah wirausahawan atau pengusaha-pengusaha baru. Berdasarkan data Bappenas (2008) jumlah PNS di Indonesia mencapai 4,1 juta orang. Dengan jumlah PNS sebanyak itu Indonesia menjadi negara dengan birokrasi terbesar di dunia. Kalau dibuat perbandingan, 4,1 juta orang itu melampaui jumlah penduduk sebuah kota besar. Penduduk kota Bandung hanya 2,3 juta jiwa dam Surabaya 2,6 juta jiwa. Lebih dari seratus triliun rupiah digunakan untuk membayar PNS, untuk guru PNS saja perlu dana 60 triliun rupiah. Luar biasa, ongkos birokrasi di negeri ini begitu mahal. Hasilnya ?

Memang kinerja PNS bervariasi, ada yang sangat baik, baik, kurang bahkan sangat kurang. Kinerja secara keseluruhan tercermin dari bagaimana beroperasinya mesin birokrasi, lamban, sedang atau cepat. Jika mayoritas PNS berkinerja baik, maka birokrasi di Indonesia akan menghasilkan kinerja yang cemerlang. Dengan kata lain negara ini maju. Kenapa negara ini masih cenderung berstatus “sedang berkembang” ? Sementara negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia sudah jauh lebih maju. Tak lain karena mesin birokrasi yang kurang progresif dan belum proaktif.

Keberadaan PNS sebagai penggerak birokrasi memang sangat dibutuhkan. Semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara, mulai dari pendidikan, budaya, agama, budaya, ekonomi, hukum, keamanan, pertahanan, dan sebagainya, tidak terlepas dari kiprah PNS (termasuk anggota Polri dan TNI). Namun kinerja dan profesionalismenya perlu terus diperbaiki dengan upaya pengembangan yang terpadu dan terstruktur. PNS adalah abdi negara dan pelayan masyarakat, jangan bersikap kebalikannya. Untuk itu perlu ada kesadaran secara korps, bahwa masa depan bangsa dan negara tergantung bagaimana kinerjanya. Bagaimanapun kehidupan PNS relatif lebih terjamin dibanding kelompok masyarakat lainnya. Dengan diberikannya kelebihan oleh negara, sudah sepantasnya setiap PNS bahu-membahu untuk menyelenggarakan birokrasi yang jujur, adil dan maju.

Setiap tahun berbagai instansi pusat dan daerah selalu membuka lowongan formasi CPNS. Semoga hal itu mengacu pada kebutuhan nyata, bukan hanya membuat birokrasi tambah gemuk. Di sisi lainnya, seleksi CPNS harus benar-benar obyektif. Ragam ujian yang diberikan harus aktual dan faktual, jangan mengada-ada seperti harus hapal lagu ciptaan tokoh tertentu misalnya. Kalau harus hapal lagu Indonesia Raya memang penting, bagaimanapun CPNS perlu memiliki nasionalisme yang tinggi. (Atep Afia)

Siapa yang mau jadi PNS Di DKI ? Buruan daftar ….. (www.rekrutmen.jakarta.go.id)

Dipublikasikan juga di :

http://birokrasi.kompasiana.com/2010/11/02/siapa-yang-mau-jadi-pns-di-dki/

Posted in: Humaniora