Indonesia Berbenah

Posted on 03/11/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Melalui rangkaian proses sejarah yang panjang, belasan ribu pulau bergabung menjadi negara Indonesia, ratusan juta penduduk bersatu menjadi Bangsa Indonesia. Negara Indonesia meliputi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang sangat potensial, bahkan termasuk lima besar dunia.

Namun kenapa sampai melampaui 65 tahun masa kemerdekaannya, bangsa dan negara yang besar ini belum banyak diperhitungkan. Cenderung masih menjadi obyek bangsa-bangsa lainnya, sumberdaya alam yang berlimpah itu belum begitu diraskan manfaatnya, bahkan banyak dimanfaatkan bangsa-bangsa lain. Sumberdaya manusia dan sumberdaya alam belum bersinergi secara optimal, lantas kira-kira apa penyebabnya ?

Lahan subur yang salah urus

Sumberdaya alam Indonesia yang sangat-sangat-sangat berlimpah ibarat sebidang lahan subur. Lahan subur hanya akan menjadi lahan terlantar atau berubah menjadi tandus, jika tidak dikelola dengan benar. Lahan subur memerlukan sentuhan tangan petani yang handal dan profesional. Petani yang mengerti bagaimana mengelola lahan, memberi pupuk, menanam benih, memelihara tanaman, memanen, dan memperhatikan keberlanjutan atau daya dukung lahan.

Sumberdaya alam Indonesia pun memerlukan “petani” profesional dan handal. Tanpa pengelolaan yang baik dan bijaksana, maka sumberdaya alam indonesia akan terlantar, bisa tandus, bahkan menjadi gurun. Sebagai contoh, bagaimana bencana banjir di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat, meluluhlantahkan sumberdaya alam yang ada. Hal itu akibat salah kelola. Dalam eksploitasi sumberdaya alam, aspek daya dukung dan keseimbangan lingkungan tidak dihiraukan. Kepentingan ekonomi mengalahkan kepentingan ekologi. Sang pengelola sudah mati rasa akibat memburu devisa, yang terjadi justru binasa, karena melampaui batas-batas kemampuan alam. Kasus “pemerkosaan” sumberdaya alam sebenranya terjadi di seluruh pelosok Indonesia, dengan tingkat kerusakan yang sangat bervariasi.

Bercermin dari sepak bola

Dalam satu negara, ada sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, serta ada pengelolanya. Lahan subur dengan pengelolaan oleh petani yang handal dan profesional, tentu saja akan menghasilkan panen yang berlimpah yang berkepanjangan.

Sama seperti sumberdaya alam, sumberdaya manusia pun harus dikelola secara handal dan profesional. Jika tidak, maka akan terjadi pemborosan sumberdaya manusia, bahkan potensi itu akan menjadi beban. Sumberdaya manusia harus produktif dan proaktif, perlu upaya pengembangan berbagai aspeknya, baik fisikal, mental, intelektual, spiritual, maupun sosial.

Kekalahan Tim Sepak Bola Nasional (Timnas) Indonesia dari Uruguay, dengan skor 7-1, secara tidak langsung memberikan gambaran, bahwa di salah satu bidang terjadi “ketidakmampuan” sang pengelola dalam mengelola sumberdaya manusia. Hal ini menjadi cermin, bahwa di bidang-bidang lain pun “ketidakmampuan” sang pengelola ini begitu kasat mata.

Lantas, siapakah Sang Petani atau Sang Pengelola itu ??? (Atep Afia)

Dipublikasikan juga melalui :

http://politik.kompasiana.com/2010/10/26/menata-indonesia-1/

Posted in: Politik