Dekat dengan Allah

Posted on 03/09/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Manusia adalah mahluk yang diciptakan Allah. Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia bermula dari sel-sel yang berasal dari ayah dan ibu, kemudian berkolaborasi dan mengendap dalam rahim ibu, setelah mengalami kematangan dalam 9 bulan, maka terjadilah kepindahan manusia baru, dari alam rahim kealam dunia. Semua proses berlangsung adalah atas kehendak Allah, Tuhan pencipta seluruh alam semesta,

Ketika terjadi transisi dari alam rahim ke alam dunia, maka bagi setiap bayi yang baru lahir harus diperdengarkan adzan. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar Allahu akbar, ….. Allah maha besar, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mari kita shalat, mari kita menuju kemenangan, Allah maha besar, tidak ada Tuhan selain Allah. Itulah pernyataan awal bagi seorang manusia yang baru lahir. Pesannya bahwa menjalani hidup harus berfokus kepada Allah, Tuhan yang maha besar, Tuhan yang esa, yang begitu dekat dengan manusia,

Faktanya manusia begitu dekat dengan Tuhannya. Tubuh, pikiran dan hati manusia ada dalam genggalam Allah. Seluruh proses metabolisme tubuh manusia adalah merupakan kreasi Allah. Begitu pula hati manusia selalu mendapat inspirasi dari Allah. Dalam syair lagu Tuhan, yang dinyanyikan grup Bimbo, antara lain disebutkan….. “Tuhan, Tuhan yang maha esa, tempat aku memuja……, aku jauh engkau jauh, aku dekat engkau dekat….dst”. Ternyata kedekatan dengan Tuhan itu tergantung pada kehendak Tuhan dan upaya manusia sendiri. Bagaimanapun, Tuhan itu selalu dekat dengan manusia, persoalannya ‘perasaan’ manusia atau hati yang seringkali mengabaikan kedekatan itu.

Untuk makin dekat dengan Allah, sebenarnya Allah telah memberikan software bagi manusia. Perangkat lunak yang menyertai perangkat kasar manusia tersebut, disampaikan Allah melalui perantaraan para Rasul. Setiap umat ada penyeru ke jalan Tuhan, ada Rasul yang mengajak dekat dengan Allah. Rasul terakhir, Muhammad SAW berbeda dengan rasul terdahulu, karena diutus untuk memberikan software bagi seluruh manusia sampai akhir jaman.

Software yang dibawah Nabi Muhammad SAW berupa Al Quran dan Assunah. Quran berisi 114 surat dan 6.666 ayat, merupakan umum kongkret bagi kehidupan manusia. Sedangkan Assunah atau Hadits adalah kumpulan perkataan dan tindakan Nabi Muhammad SAW untuk dicontoh umatnya. Dengan berbekal dua software yang sangat otentik tersebut, sebenarnya manusia bisa melakukan perjalanan untuk menuju Allah, Tuhan yang menciptakan dan memberinya kehidupan.

Allah berkehendak, supaya manusia dekat denganNya. Bagaimana cara-cara dekat dengan Allah tersebut, ternyata Allah maha pengasih, penyayang dan pemurah, maka diberikanNya panduan yang sangat jelas serta mudah diterapkan. Kalau dekat dengan Allah, maka kehidupan akan dijalani dengan nyaman, tenang, nikmat, dan berkah. Hari demi hari makin menyenangkan, makin bergairah, makin berbahagia. Bahkan setiap saat sudah siap mudik. Kapanpun dipanggil kehadiratNya sudah siap menyongsong, karena begitu rindu kepada Allah sang kekasih. Kapanpun kekasih memanggil, maka yang terkasih akan segera menjumpaiNya.

Namun kehidupan di dunia seringkali membuat jarak dengan Allah, bahkan ada yang makin jauh dan makin jauh, akhirnya terasing dengan Allah. Aku berlindung kepada Allah dari hal yang demikian. Ya, Allah aku sangat merindukanMu, aku ingin berfokus hanya kepada Engkau. Tidak ada daya dan upaya, kecuali atas pertolonganMu. Tolonglah aku ya Allah, supaya tetap dijalanMu, yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat, bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang yang sesat. (Atep Afia)

Posted in: Introspeksi