Hati yang Fokus

Posted on 17/01/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Manusia terlahir ke Planet Bumi dilengkapi dengan piranti keras dan piranti lunak yang mumpuni. Manusia memiliki piranti keras seperti tubuh yang meliputi ratusan organ, ratusan ribu jaringan dan trilyunan sel. Semuanya merupakan anugerah dari Allah SWT, kepada mahluk yang disayanginya, manusia. Allah Maha Pengasih dan Penyayang, oleh sebab itu manusia diberikan bekal yang mencukupi. Beragam piranti lunak pun dianugerahkan kepada manusia, mulai dari akal, qolbu, dan ruh. Tanpa piranti lunak, manusia hanyalah benda mati.

Persoalannya beragam piranti lunak dan piranti keras itu, selama menjalani kehidupan digunakan untuk apa. Apakah hanya dibiarkan percuma, menyusut dan lama kelamaan menjadi kadaluwarsa, atau beragam piranti itu dimanfaatkan secara optimal. Dengan bermodalkan beragam piranti itu, manusia bisa menjadi apa saja. Jadi presiden, professor, jenderal, selebriti top, konglomerat, atau hanya menjadi orang biasa-biasa saja, bisa juga hanya menjadi orang terpuruk. Semua orang dibekali piranti yang sama, diberikan waktu 24 jam per hari, diberikan udara yang sama, makanan yang juga hampir sama, kenapa ujung pencapaianya berbeda ?

Kekuatan fokus, itulah hal yang membedakan pencapaian seseorang. Fokus bisa digambarkan sebagai pisau yang tajam yang bisa membelah sebuah benda. Makin tajam focus maka pencapaian akan semakin mudah. Bahkan, kalau sinar matahari difokuskan pada sebuah titik lensa, kekuatannya bisa membakar benda kering, bahkan mendidihkan air. Melalui fokus seluruh energi fisikal, emosional dan spiritual dipadukan untuk pencapaian sebuah tujuan. Dengan fokus, maka seseorang bisa pergi ke sebuah tempat yang menjadi obsesinya, bahkan sampai ke Bulan dan Planet.

Namun, tidak semua orang bisa mencapai fokus yang paling tajam. Kebanyakan orang hanya memiliki fokus yang tumpul, bahkan sama sekali tidak mampu ber-fokus. Inilah yang membedakan tingkat pencapaian seseorang. Sebagai seorang muslim sebenarnya kita punya sarana latihan berfokus, yaitu shalat lima waktu. Shalat yang khusyu adalah salat yang hanya difokuskan kepada Allah SWT, Pencipta alam semesta. Persoalannya, bagaimana supaya seluruh langkah kehidupan difokuskan kepada Allah SWT. Sebab, tidak semata-mata Tuhan menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (berfokus) kepadaNya. (Atep Afia)

Ditandai: , , ,
Posted in: Introspeksi