Kekuatan Do’a

Posted on 08/01/2010

0


Oleh : Atep Afia Hidayat –

Itulah manusia, karena kelemahannya sebagai mahluk, maka senantiasan mendekati Yang Maha Kuat, Allah SWT. Dalam kehidupannya manusia selalu dihadapkan pada beragam persoalan hidup, mulai dari tidak tersedianya apa yang dibutuhkan, sulitnya mencapai suatu tujuan, atau belum terpenuhinya keinginan-keinginan. Ya itulah ciri kehidupan manusia, ada kebutuhan, ada tujuan, ada keinginan dan ada harapan.

Bagaimana tingkat pencapaiannya, sangat tergantung pada kebaikan Yang Maha Pemberi, Allah SWT. Selain itu tergantung pada tingkat usaha manusia. Bagaimanapun Allah tidak akan mengubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak mengubahnya sendiri.

Setiap manusia pasti memiliki harapan-harapan tertentu. Orang miskin berkeinginan berubah kemiskinannya dan segera menjadi orang yang mampu. Orang yang menganggur berharap segera memperoleh pekerjaan. Orang bekerja berharap gaji atau karirnya cepat naik. Begitu pula orang kaya, berharap kekayaannya bertambah secara drastis. Makin jelas harapan itu, maka makin mudah upaya pncapaiannya. Oleh sebab itu berdo’a itu jangan sampai putus, harus terus-menerus, tiada henti dan tiada pernah lelah. Do’a artinya permintaan, do’a artinya harapan, do’a artinya penguatan keinginan. Tetapi sekedar berdo’a dan berharap belum cukup, harus ada langkah nyata berupa tindakan. Rahasia sukses yang pertama adalah tindakan, rahasia sukses yang kedua adalah tindakan….. bahkan rahasia sukses yang ke-1000 adalah tindakan.

Manusia yang selalu berharap dan berdo’a tentu saja sangat disukai oleh Allah, karena Dia Maha Kaya. Kekayaan Allah tidak terhingga, meliputi segenap alam semesta. Bahkan Allah bisa saja membuat alam semesta dalam jumlah yang tak terhingga. Betapa kecilnya manusia, manusia yang paling kaya sekalipun, jumlah kekayaannya tak seberapa. Begitu pula manusia yang paling pintar sekalipun, kepintarannya tak seberapa. Manusia yang paling kuat juga, kekuatannya tak seberapa. Sebab manusia adalah mahluk, yang fana, bisa melemah, menyusut bahkan mati. Dengan demikian, do’a dan harapan yang paling tepat, bukan menjadi manusia yang paling kaya, bukan menjadi manusia yang paling pintar dan bukan menjadi manusia yang paling kuat, tetapi menjadi manusia yang paling dekat…, paling dekat dengan Allah, Tuhan yang Maha Kaya, Tuhan yang Maha Pintar dan Tuhan yang Maha Kuat.

Ya, Allah, jadikanlah hambaMu ini termasuk manusia yang paling dekat dengan Engkau.

Kedekatan itu penting. Dekat artinya mudah dijangkau, gampang diingat, selalu mendapat prioritas. Sebagai gambaran, bagaimana jika kita misalnya dekat dengan pimpinan di kantor. Sudah jelas, semua urusan akan dipermudah, berbagai peluang akan diberikan. Atau seorang anak di antara beberapa anak yang paling dekat dengan ayahnya, sudah tentu anak tersebut akan sering diingat dan mendapat prioritas. Begitupula kalau kita dekat dengan Tuhan (yang sebenarnya begitu dekat dengan manusia, bahkan lebih dekat disbanding urat lehernya sendiri), maka kita akan mendapat prioritas. Dalam syairnya group Bimbo, band legendaris asal Bandung, menyebutkan tentang Tuhan….. “aku jauh Engkau jauh, aku dekat Engkau dekat….”

Bagi seorang muslim, ada momen tertentu di mana jarak dengan Tuhan begitu dekat, antara lain ketika sujud dan saat sepertiga malam (sekitar pukul 01.00 – 04.00, yaitu kalau seluruh malam diasumsikan mulai dari pukul 19.00 – 04.00).

Dengan memposisikan diri dekat dengan Sang Maha Pencipta, Allah SWT, maka berbagai keinginan, do’a dan harapan akan mudah tercapai. Semoga. (Atep Afia)

Ditandai: , ,
Posted in: Introspeksi