<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pantona  Indonesia</title>
	<atom:link href="http://pantona.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pantona.wordpress.com</link>
	<description>Kabar dari bumi - kabar dari hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Mar 2011 06:18:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pantona.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0a542a165203733626462f9e276710d4?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Pantona  Indonesia</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pantona.wordpress.com/osd.xml" title="Pantona  Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pantona.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menumbuhkan Karakter Simpatik</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/02/10/menumbuhkan-karakter-simpatik/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/02/10/menumbuhkan-karakter-simpatik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 01:36:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[lugas]]></category>
		<category><![CDATA[pesona]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi rekayasa]]></category>
		<category><![CDATA[simpatik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Seorang yang simpatik yaitu orang yang memeiliki daya tarik dalam situasi dan kondisi bagaimanapun. Ia selalu menebar pesona, lugas, jujur dan apa adanya. Ia tidak memaksakan diri untuk menjadi seorang yang populis, karena kepopulerannya datang dengan sendirinya. Jika seseorang berperilaku simpatik dengan sendirinya akan cepat dikenali lingkungannya. Orang yang simpatik tidak usah repot-repot mencari simpatisan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=486&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang yang simpatik yaitu orang yang memeiliki daya tarik dalam situasi dan kondisi bagaimanapun. Ia selalu menebar pesona, lugas, jujur dan apa adanya. Ia tidak memaksakan diri untuk menjadi seorang yang populis, karena kepopulerannya datang dengan sendirinya. Jika seseorang berperilaku simpatik dengan sendirinya akan cepat dikenali lingkungannya. Orang yang simpatik tidak usah repot-repot mencari simpatisan, sebab di mana ada daya tarik di situ ada yang tertarik.</p>
<p>Individu (dalam status sosialnya masing-masing), tokoh, pemimpin, kelompok, organisasi, bahkan pemerintah merupakan unit-unit yang memerlukan simpatisan. Tanpa simpatisan unit-unit itu tidak berarti apa-apa, karena tidak memiliki media untuk mengungkapkan eksistensi dan urgensinya.<span id="more-486"></span></p>
<p>Untuk menarik simpatisan tentu saja harus memiliki modal tertentu, yang bisa membangkitkan mood, interest atau keinginan para simpatisan. Modal tertentu bias berupa senyuman, keramah-tamahan, sikap bersahabat, slogan, mutu, service, profesionalitas dan sebagainya. Bahkan dalam hubungan antar individu modal tersebut sangat diperlukan. Mengingat dalam persahabatan, persaudaraan atau hubungan lainnya harus terjadi tukar-menukar daya tarik. Tanpa itu niscaya hubungan tersebut tidak akan pernah nyambung, bahkan bisa stagnan,  mandek malah kontraproduktif.</p>
<p>Hubungan pemerintah dengan rakyat harus dilandasi tukar menukar daya tarik. Asal mulanya Partai Politik yang bakal membentuk pemerintah, begitu tertarik dengan suara rakyat, terus diberikan rayuan dan janji-janji. Nah, setelah memenangkan Pemilu, pemerintah harus tetap memberikan daya tarik bagi rakyatnya. Jika tidak, maka rakyat akan mengambil sikap untuk melengserkan pemerintah yang tidak menarik , tidak simpatik, sebagaimana terjadi di Mesir saat ini. Pemerintah yang simpatik adalah kumpulan pengelola negara yang simpatik, presiden dan seluruh pejabat yang simpatik.</p>
<p>Lantas apakah karakter simpatik itu bisa dimunculkan atau direkayasa. Ya, tentu saja bisa. Rekayasa karakter simpatik membutuhkan metode tertentu. Dengan belajar dan latihan secara terus-menerus. Terlebih dahulu bentuklah cara berpikir yang simpatik, kemudian tumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang simpatik, lantas temukan sikap hidup yang simpatik, sehingga akhirnya karakter simpatik pun menjelma, mengkristal. Tanpa itu, maka unsur simpatik yang diperoleh hanya semu dan sesaat, tidak melekat. (Atep Afia)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/486/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/486/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=486&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/02/10/menumbuhkan-karakter-simpatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gayus dan Lima Juta Balita Rawan Gizi</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/12/gayus-dan-lima-juta-balita-rawan-gizi/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/12/gayus-dan-lima-juta-balita-rawan-gizi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2011 07:47:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[balita]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[gizi kurang]]></category>
		<category><![CDATA[kemiskinan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[mega kuruptor]]></category>
		<category><![CDATA[rawan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[super koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[uang rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[wajib pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=484</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Di tengah menghangatnya pemberitaan mengenai sepak terjang Gayus, seorang “mega koruptor” yang sukses mengemplang ratusan milyar uang pajak dan mempermainkan sisitem peradilan di negeri ini, muncul berita yang memprihatinkan, yaitu lima juta anak Balita rawan gizi. Untuk saat ini Gayus bukan sekedar bekas pegawai pajak yang menjadi sorotan publik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=484&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :  Atep Afia Hidayat -</p>
<p>Di tengah menghangatnya pemberitaan mengenai sepak terjang Gayus, seorang “mega koruptor” yang sukses mengemplang ratusan milyar uang pajak dan mempermainkan sisitem peradilan di negeri ini,  muncul berita yang memprihatinkan, yaitu lima juta anak Balita rawan gizi.</p>
<p>Untuk saat ini Gayus bukan sekedar bekas pegawai pajak yang menjadi sorotan publik dan namanya begitu populer di media cetak, elektronik dan online, tetapi nama Gayus sudah menjadi ikon koruptor. Masih banyak Gayus-Gayus lain, bahkan yang lebih super dari Gayus, yang saat ini bergentayangan dan terus membobol keuangan negara.</p>
<p>Koruptor  merambah uang apa saja, bahkan dana untuk pengentasan kemiskinan dan rawan gizi Balita sekalipun. Yang ada dibenak sang koruptor bagaimana supaya sebanyak-banyaknya uang mengalir deras ke rekening pribadi atau rekenening orang-orang terdekatnya. Entah apa yang akan dilakukannya ketika uang ratusan milyar sudah dalam genggamannya, akhirnya sibuk wara-wiri ke luar negeri untuk menyembunyikannya.</p>
<p>Berdasarkan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia mendekati 238 juta jiwa, sekitar 28,5 juta (atau 12 persen) di antaranya adalah Balita. Ternyata dari Balita sebanyak itu 13 persen mengalami gizi kurang dan 4,9 persen gizi buruk, atau sekitar 5 juta Balita mengalami rawan masalah gizi.</p>
<p>Seandainya uang yang dijarah Gayus dan koruptor lain itu dibagikan buat  Balita yang rawan gizi, mungkin masa depan mereka akan lebih cerah. Bahkan, total dana yang dikorupsi bisa membiayai pendidikan sebagian Balita di Indonesia sampai jenjang pendidikan tinggi.  Tetapi tentu saja orang tua sang Balita akan menolak, bagaimanapun uang haram tidak akan memberikan keberkahan. Buat apa sehat dan berpendidikan, namun menggunakan uang curian.</p>
<p>Seandainya Pemerintah “berdaya” untuk menghabisi para koruptor beserta rombongannya, tentu masa depan bangsa ini akan lebih cerah, termasuk para Balita menjadi lebih sehat dan cerdas. Namun jika terjadi “impotensi” aparat penegak hukum dalam menuntaskan beragam kasus korupsi, sudah tentu uang negara atau uang rakyat yang “dicolong” akan semakin banyak.</p>
<p>Berbagai kegiatan pembangunan pun akan terbengkalai, termasuk pembangunan sumberdaya manusia. Untuk masa depan bangsa dan negara ini tergantung pada kualitas manusia yang berbadan, berpikiran dan berjiwa sehat. Dibutuhkan upaya pengembangan  dalam bidang pendidikan, kesehatan, pangan dan sebagainya, yang semuanya memerlukan anggaran besar.</p>
<p>Nah, jika sebagian dana untuk membangun manusia itu “dicuri”, bagaimana jadinya kualitas manusia Indonesia di masa mendatang. Bagaimana gizi anak-anak bangsa ini jika terjadi pembiaran secara kasat mata terhadap pencurian uang rakyat secara kolektif.</p>
<p>Lima juta balita saat ini rawan giji. Lima juta kalau ditulis menggunakan angka 5.000.000, sangat banyak, perlu penanganan “sangat serius sekali”. Sama sekali tidak bisa diabaikan atau hanya dijadikan bahan laporan statistik saja. Lima juta Balita tersebut tersebar di seluruh Propinsi di negari ini, mulai dari yang kondisinya “sangat-sangat” mengenaskan sampai yang mengenaskan.</p>
<p>Beberapa daerah tercatat dengan  kondisi gizi buruk Balita  paling parah, seperti  NTB, NTT, Maluku dan Sulawesi Barat. Bahkan di NTB angka kematian bayi menduduki peringkat tertinggi, 72 per 1.000 kelahiran hidup. Dengan kata lain, dari 1.000 bayi yang dilahirkan, 72 di antaranya meninggal.</p>
<p>Memang begitu “teganya-teganya-teganya” sang koruptor. Gayus dkk mengemplang uang pajak, padahal sebagian  uang yang dengan susah payah dihimpun dari wajib pajak  itu  bakal dialokasikan untuk mendanai kesehatan masyarakat, termasuk para Balita.</p>
<p>Seorang Balita kurang gizi yang lemah, letih, lesu dan lunglay dengan mata belo dan perut buncit memperhatikan gambar Gayus yang terpampang di sebuah koran usang. Lantas dari mulut keringnya keluar suara parau dan lemah … “Pppaaapahhh ….”.   (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/484/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/484/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=484&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/12/gayus-dan-lima-juta-balita-rawan-gizi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Koruptor Vs Miskiner</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/09/koruptor-vs-miskiner/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/09/koruptor-vs-miskiner/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 13:00:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[angkatan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[cara berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[koruptor]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[miskiner]]></category>
		<category><![CDATA[nasib]]></category>
		<category><![CDATA[pembinaan]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=482</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Ada keinginan yang kuat dari pemerintahan yang sekarang atau pemerintahan yang sebelumnya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin. Tahun 2011 ini pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 86,1 triliun untuk menakan angka kemiskinan ke level 11,5 &#8211; 12,5 persen. Dengan jumlah penduduk mendekati 240 juta, seandainya upaya pengurangan jumlah penduduk miskin tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=482&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Atep Afia Hidayat -</p>
<p>Ada keinginan yang kuat dari pemerintahan yang sekarang atau pemerintahan yang sebelumnya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin. Tahun 2011 ini pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 86,1 triliun untuk menakan angka kemiskinan ke level 11,5 &#8211; 12,5 persen.</p>
<p>Dengan jumlah penduduk mendekati 240 juta, seandainya upaya pengurangan jumlah penduduk miskin tersebut berhasil, tetap saja penduduk miskin yang tersisa masih cukup banyak, yaitu sekitar 27 &#8211; 30 juta jiwa. Meskipun anggaran cukup besar, namun upaya tersebut selalu dihadapkan pada beragam kendala, mulai dari program yang tidak jelas, pelaksanaan yang meleset, penduduk miskin yang tidak siap meninggalkan kemiskinannya, dan faktor korupsi.</p>
<p>Ya, betapa teganya-teganya-teganya sang koruptor mencuri dana yang diperuntukan bagi para miskiner. Sekian puluhpersen dari dana untuk menekan angka kemiskinan, akan pindah tangan ke para koruptor dengan berbagai modus operandi, mulai dari cara-cara yang sifatnya kuno sampai yang paling canggih.</p>
<p>Ya, negeri subur makmur loh jinawi ini juga sangat “subur” dengan para koruptor, tersebar dari pusat hingga ke daerah, mulai dari pangkar rendahan sampai yang berpangkat tinggi. Tak heran jika sejumlah kepala daerah kini menjadi tersangka korupsi. Bahkan, yang lebih memprihatinkan ada yang sudah berstatus terdakwa dilantik menjadi walikota . Bagaimana mungkin sang koruptor bisa menjalankan tugas dan kewenangannya, padahal harus mendekam di penjara.</p>
<p>Koruptor dan miskiner selalu menjadi pusat pemberitaan, baik di media cetak, elektronik maupun online. Begitu kontradiktif, di satu sisi diberitakan adanya penduduk yang meninggal karena mengkonsumsi tiwul yang terbuat dari singkong beracun. Di sisi lainnya ada pejabat yang mencuri uang rakyat sampai ratusan milyar rupiah.</p>
<p>Puluhan juta miskiner tersebar di berbagai daerah, dengan variasi kemiskinannya, mulai dari yang sama sekali tidak memiliki apapun buat dimakan, sampai yang dalam kondisi penghasilannya tidak mencukupi biaya hidup sehari-hari.  Kriteria kemiskinan memang masih diperdebatkan, namun yang terpenting ialah bagaimana pemerintah bersungguh-sungguh untuk secara serius menolong  rakyat miskin.</p>
<p>Penyebab utama kemiskinan ialah cara berpikir miskiner itu sendiri. Kaum miskin terperangkap dalam cara berpikir negatif, pesimis, sempit dan ketiadaan harapan. Kemudian cara berpikir ini berimbas pada kebiasaan dan sikap hidup sehari-hari, yang akhirnya akan mengkristal menjadi sebuah karakter miskin dengan ujung nasib miskin.</p>
<p>Upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan melalui pembinaan dan pelurusan cara berpikir secara bertahap. Kemudian pembinaan kebiasaan dan sikap yang mengarah pada pandangan bahwa prospek dan harapan hidup yang lebih baik  itu selalu ada dan bisa diraih.  Setelah berhasil mengembangkan cara berpikir, langkah berikutnya ialah pembinaan menyangkut cara berusaha, barulah diberi bantuan modal.</p>
<p>Miskiner perlu dilatih secara benar bagaimana cara “memancing”, bukan sekedar diberi “ikannya” saja, atau “pancingnya” saja. Dalam hal ini tenaga pembina atau pendamping bagi miskiner untuk bangkit, tentu saja harus orang-orang yang memiliki idealisme dan kemampuan berwirausaha.</p>
<p>Dengan anggaran Rp 86,1 triliun, kalau dikelola secara profesional dan amanah, tentu akan berpengaruh terhadap perbaikan nasib si miskin. Apalagi jika mengingat jumlah wirausahawan di negari ini hanya 0,2 persen dari angkatan kerja. Padahal kalau negeri ini mau maju, idealnya jumlah wirausahawan di atas 2 persen dari angkatan kerja. Ya, mudah-mudahan tahun 2011 ini menjadi momentum untuk menekan jumlah miskiner, sekaligus menambah jumlah wirausahawan.</p>
<p>Namun, beragam upaya mengubah nasib miskiner tidak akan banyak berhasil kalau koruptor masih banyak bergentayangan. Dengan demikian, tahun 2011 inipun pemerintah harus lebih serius di dalam memberantas para koruptor. Sebaiknya pemerintah harus berani menjadikan koruptor sebagai miskiner, supaya calon koruptor lainnya segera kapok dan tidak berani lagi menyentuh uang rakyat. (Atep Afia)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=482&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/09/koruptor-vs-miskiner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ditelan Dunia Maya</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/ditelan-dunia-maya/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/ditelan-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 17:41:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[browsing]]></category>
		<category><![CDATA[chating]]></category>
		<category><![CDATA[dunia maya]]></category>
		<category><![CDATA[dunia nyata]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[kendali]]></category>
		<category><![CDATA[situs jejaring sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=480</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Belakangan makin banyak orang menghilang dari peredaran, salah satu penyebabnya ternyata kesibukannya di dunia maya. Ya, fenomena daya tarik dunia maya begitu mengasyikan, memukau, menghanyutkan, bahkan menelan siapa saja yang aspek kontrol diri dan emosinya lemah. Coba tengok kanan-kiri rumah, makin banyak saja tetangga yang jarang keluar rumah. Sepulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=480&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Atep Afia Hidayat -</p>
<p>Belakangan makin banyak orang menghilang dari peredaran, salah satu penyebabnya ternyata kesibukannya di dunia maya. Ya, fenomena daya tarik dunia maya begitu mengasyikan, memukau, menghanyutkan, bahkan menelan siapa saja yang aspek kontrol diri dan emosinya lemah.</p>
<p>Coba tengok kanan-kiri rumah, makin banyak saja tetangga yang jarang keluar rumah. Sepulang kerja, sekolah atau aktivitas lain yang bersifat outdoor, langsung raib tidak ada lagi penampakannya. Beberapa sudut jalan dan gang menjadi sepi, tidak ada lagi cengkrama dan obrolan santai. Ternyata makin banyak yang beralih pada kesibukan dengan internet, ada yang sekedar browsing, chating, meng-update status, atau memposting tulisan dan karya lainnya. Ya, makin banyak saja orang yang online, perasaan, pikiran dan indra-nya hanyut dalam dunia maya.</p>
<p>Dunia maya memang bisa memberikan efek positif, seperti kemampuan teknologinya memungkinkan setiap orang untuk “berjumpa” dengan siapapun, kapanpun dan dari atau di manapun. Tidak ada lagi batas tempat dan waktu, dalam kotak chating siapapun bisa masuk. Namun tentu saja perjumpaan ini tidak semuanya bernuansa positif dan produktif, banyak juga bersifat sebaliknya. Karena jauh lebih bebas dan terbuka, seringkali menembus batas-batas susila. Di sisi lainnya, dunia maya bisa juga menjadi pintu terjadinya kriminalitas seperti penipuan, penculikan, pelecehan, dan sebagainya.</p>
<p>Komunikasi di dunia maya bisa melibatkan berbagai dimensi, bisa tulisan, suara, gambar bergerak, atau perpaduan ketiganya. Kemajuan teknologi informasi seperti web-cam, 3 G, 3,5 G bahkan mungkin 4 G, menyebabkan interaksi dan komunikasi semakin intensif dan personal. Dalam hal ini terjadi ujian terhadap kontrol diri dan emosi, apakah fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk tujuan positif atau sebaliknya.</p>
<p>Terlalu intensif berhubungan dengan atau melalui dunia maya sudah tentu menyebabkan kerenggangan hubungan sosial di dunia nyata. Di sebuah rumah misalnya, masing-masing anggota keluarga asyik dengan mainannya masing-masing, ada yang asyik di depan layar monitor komputer, ada yang larut di depan layar televisi, ada yang terbawa dan terhanyut dalam kecanggihan HP, BB, iPad, dan sebagainya. Masing-masing senyum-senyum sendiri, bahkan cungar-cengir didepan benda kesayangannya. Nyaris tidak peduli dengan orang di sekitar, kalaupun ada interaksi hanya ala kadarnya dan tidak ada keeratan emosional atau sambung rasa. Ya, suasana psikologis keluarga menjadi dingin, bahkan beku.</p>
<p>Karena kecanggihannya, perangkat dunia maya tidak hanya bisa dioperasikan di dalam rumah, tetapi di manapun, karena makin bersifat mobil. Dampak yang terjadi “pendinginan sosial” pun makin meluas. Dalam sebuah keramaian atau kumpulan orang, interaksi sesama menjadi minimalis, masing-masing sibuk dengan perangkat dunia mayanya. Makin banyak orang yang ditelan dunia maya, bahkan menjadi sulit untuk kembali ke dunia nyata. Jika perangkat dunia mayanya mengalami gangguan, maka terjadi kehampaan dan seolah asing dengan dunia nyata.</p>
<p>Aspek kontrol diri dan emosi dalam pemanfaatan perangkat dunia maya menjadi sangat penting. Bagaimanapun dunia nyata jauh lebih penting dibanding dunia maya. Sepuluh teman di dunia nyata kenyataannya jauh lebih penting dibanding seribu teman di dunia maya.</p>
<p>Pertemanan di dunia maya memang penting, tetapi sebagian teman tersebut ternyata fiktif, bukan profil yang sebenarnya, bahkan bertujuan kurang baik. Ada yang sekedar iseng tanpa motivasi yang jelas, namun ada juga yang mengemban misi tertentu, misalnya menyebarkan pemikiran dan ajaran sesat, atau dengan motivasi kriminal tertentu. Sudah banyak terjadi kasus kejahatan yang bersumber dari dunia maya. Oleh sebab itu, perlu kewaspadaan dengan pikiran dan perasaan yang matang serta terkendali, terutama dalam beraktifitas dalam situs jejaring sosial.</p>
<p>Perkembangan teknologi informasi memang tidak bisa dibendung, berbagai perangkat atau gadgetnya semakin canggih saja. Dua sisi yang dihadirkannya akan menerpa siapa saja, namun kita punya kebebasan untuk memilih, mau meng-askes yang positif atau negatif. Selain itu, jangan mudah ditelan dunia maya, bagaimanapun kita harus berkiprah di dunia nyata. (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/480/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/480/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=480&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/ditelan-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lima Alasan Kenapa Harus Miliki Blog Pribadi</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/lima-alasan-kenapa-harus-miliki-blog-pribadi/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/lima-alasan-kenapa-harus-miliki-blog-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Jan 2011 16:33:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Situs Web]]></category>
		<category><![CDATA[anoox.com]]></category>
		<category><![CDATA[blog.co.uk]]></category>
		<category><![CDATA[blogbud.com]]></category>
		<category><![CDATA[blogdrive.com]]></category>
		<category><![CDATA[bloghi.com]]></category>
		<category><![CDATA[haimachan.com]]></category>
		<category><![CDATA[journalhome.com]]></category>
		<category><![CDATA[livejournal.com]]></category>
		<category><![CDATA[my.opera.com]]></category>
		<category><![CDATA[posting]]></category>
		<category><![CDATA[sosblog.com]]></category>
		<category><![CDATA[thoughts.com]]></category>
		<category><![CDATA[typepad.com]]></category>
		<category><![CDATA[weblog.com]]></category>
		<category><![CDATA[weebly.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=478</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Atep Afia Hidayat - Waktu kecil saya bercita-cita ingin menjadi pemilik koran, hal itu didasari hobi menulis. Saat itu setiap hari selalu ada tulisan yang saya hasilkan, mulai dari catatan berita televisi, ringkasan buku yang menarik, sampai karangan lepas baik yang bersifat fiksi atau non fiksi, termasuk catatan kegiatan sehari-hari. Memasuki SMP saya dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=478&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:  Atep Afia Hidayat -</p>
<p>Waktu kecil saya bercita-cita ingin menjadi pemilik koran, hal itu didasari hobi menulis. Saat itu setiap hari selalu ada tulisan yang saya hasilkan, mulai dari catatan berita televisi, ringkasan buku yang menarik, sampai karangan lepas baik yang bersifat fiksi atau non fiksi, termasuk catatan kegiatan sehari-hari.</p>
<p>Memasuki  SMP saya dan teman-teman berhasil membuat majalah dinding, yang isinya sumbangan tulisan dari teman-teman.</p>
<p>Memasuki SMA hobi menulis saya pun semakin menjadi-jadi, yaitu dengan membuat buku catatan yang berisi perasaam pikiran dan perilaku sehari-hari. Menulis buku tersebut berlanjut sampai kuliah, tak kurang ada 25 jilid yang sudah dihasilkan. Saat itu belum terpikir untuk sekedar mengirmkan tulisan ke redaksi surat kabar atau majalah.</p>
<p>Baru setelah menyelesaikan kuliah, mulai merintis jadi penulis lepas di beberapa surat kabar. Lumayan juga, berhasil terkumpul 310 artikel yang dimuat 24 surat kabar di seluruh Indonesia. Honorarium yang diperoleh dari menulis saat itu cukup lumayan untuk membiayai ongkos hidup sehari-hari.</p>
<p>Nah, dalam perkembangan selanjutnya munculah media internet, termasuk pengembangan media cetak yang juga disertai media online. Muncul pula teknologi web-blog, yang memungkinkan setiap orang untuk sekedar membuka media online milik sendiri. Bisa dimanfaatkan untuk media komunikasi-informasi mengenai personal, bisnis, edukasi, kesehatan, fotografi, dan sebagainya.  Beberapa penyedia web-blog gratisan antara lain bloghi.com, blogbud.com, anoox.com, weblog.com, haimachan.com, my.opera.com, blogdrive.com, journalhome.com, typepad.com, weebly.com, blog.co.uk, thoughts.com, sosblog.com, livejournal.com, blog.com, blogsome.com, wordpress.com,  dan  blogger.com.</p>
<p>Web-blog gratisan tersebut tentu ada kekurangan dan kelebihan tersendiri. Namun yang jelas bisa dengan mudah dimanfaatkan dan dikelola, asalkan terus berlatih dan berlatih, lama-lama menjadi terbiasa juga. Setidaknya ada lima alasan kenapa harus memiliki blog pribadi.</p>
<p>1. Memiliki blog pribadi seolah sudah menjadi tuntutan jaman, sebagaimana memiliki e-mail pribadi, YM, BBM,  akun Facebook atau Twitter. Blog pribadi menjadi media  yang sangat efektif untuk menginformasikan siapa diri kita yang sebenarnya dan apa potensinya. Blog pribadi tak ubahnya berperan sebagai Humas (PR) bagi diri kita sendiri, yang bisa di-update kapanpun kita mau, setiap jam, setiap hari atau setiap pekan.</p>
<p>1. Blog merupakan sarana untuk mengekspresikan identitas dan kapasitas diri. Kalau tampilan dan konten blog menarik, tentu akan banyak pengunjungnya. Makin banyak pengunjung memungkinkan tingkat populeritas bakal diraih. Namun hendaknya populer karena karya yang positif, produktif dan proaktif.</p>
<p>2. Blog bisa dijadikan media  untuk mengasah tingkat intelektual. Sehingga dengan rajin menulis yang diposting di blog pribadi, kemampuan dan ketahanan berpikir akan tetap terpelihara. Karena blog dibaca orang, maka bisa dengan sendirinya berbai hasil pemikiran dengan orang lain. Supaya tulisan kita banyak dikomentari orang, kita harus terlebih dahulu rajin mengomentari postingan di blog milik orang lain. Sehingga terjadilah proses tukar-menukar pikiran yang berdampak pada perbaikan dan perkembangan intelektual.</p>
<p>3. Blog merupakan sarana untuk  pengembangan silaturahim, sebagaimana situs jejaring sosial. Melalui blog bisa dikembangkan persahabatan dengan sesama blogger, antara lain melalui saling memberikan komentar dan tukar-menukar link (blogroll). Bahkan belakangan ini sudah bermunculan komunitas blogger di berbagai kota, yang bisa dijadikan ajang pertukaran pengalaman dalam nge-blog, kerjasama atau bentuk interaksi positif lainnya.</p>
<p>4. Blog merupakan sarana untuk meng-edukasi masyarakat dengan pengetahuan atau keterampilan positif apapun yang kita miliki. Sudah banyak bertebaran blog edukasi mengenai bidang ilmu, teknologi dan keterampilan tertentu. Ada blog dakwah untuk meningkatkan pemahaman agama; blog hukum untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat menyangkut kesadaran  hukum; blog keterampilan tertentu, blog pariwisata; blog pelajaran sekolah, dan sebagainya.</p>
<p>5. Blog merupakan media untuk berbisnis, misalnya dengan mengembangkan toko online yang menjual produk-produk tertentu. Beragam model bisnis dan presentasinya bisa dikembangkan melalui blog. Oleh sebab itu pengelolaannya harus lebih profesional, supaya pengunjungnya banyak, betah mengklik apa yang ada di blog, dan yang terpenting terjadi transaksi bisnis.</p>
<p>Nah, tunggu apa lagi, ayo buka blog pribadi Anda. Tulis apapun yang ada dalam perasaan dan pikiran, jika layak tidak ada salahnya dipublikasikan. Terus menulis, terus posting, sehingga konten blog Anda makin banyak. Nah, setelah blog Anda terindeks Google, Yahoo, Bing atau mesin pencari lainnya, peer selanjutnya ialah bagaimana cara mendatangkan pengunjung yang sebanyak-banyaknya ? Tunggu pembahasan selanjutnya. (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=478&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/lima-alasan-kenapa-harus-miliki-blog-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menunggu Pengganti Beliau</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/menunggu-pengganti-beliau/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/menunggu-pengganti-beliau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 18:35:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[harga cabe]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[legowo]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[suksesi]]></category>
		<category><![CDATA[terorisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Ya, Beliau akan habis masa jabatannya tahun 2014 mendatang. Masih relatif lama memang. Tetapi kasak-kusuk perihal siapa pengganti Beliau sudah mulai marak. Tahun 2014 Beliau memang harus mengakhiri masa jabatannya, sesuai dengan bunyi UUD. Lantas, bisakah Beliau meninggalkan singgasananya dengan legowo, secara mulus, tanpa embel-embel, tanpa obsesi untuk “memperpanjang” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=475&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Atep Afia Hidayat -</strong></p>
<p><em><strong>Ya, Beliau akan habis masa jabatannya tahun 2014 mendatang. Masih relatif lama memang. Tetapi kasak-kusuk perihal siapa pengganti Beliau sudah mulai marak. Tahun 2014 Beliau memang harus mengakhiri masa jabatannya, sesuai dengan bunyi UUD. Lantas, bisakah Beliau meninggalkan singgasananya dengan legowo, secara mulus, tanpa embel-embel, tanpa obsesi untuk “memperpanjang” dengan dinastinya.</strong></em></p>
<p>Ya, Beliau naik ke puncak kekuasaan tentu dengan membawa gerbong. Tidak mungkin naik sendiri toch. Nah, dua kali masa kekuasaan beliau tentu menjadi modal bagi salah satu gerbong terdepannya untuk menjadi lokomotif sebagaimana Beliau. Ya, bisa istri Beliau, anak Beliau, teman atau anak buah beliau. Wajar saja toch terjadi, dan hal itu bukan hanya di Indonesia saja, di beberapa negara Asia lainnya juga terjadi, bahkan di Amerika Serikat sekalipun, misanya ada dinasti Bush.</p>
<p>Menurut informasi dari salah satu lembaga survei, nama istri Beliau kini sudah mulai masuk bursa calon. Ya, kalau mampu dan mendapat dukungan mayoritas rakyat, kenapa tidak. Asal ditempuh dengan demokrasi yang sebenarnya, bukan demokrasi kongalingkong atau demokrasi simsalabim.</p>
<p>Meskipun tidak ada gebrakan yang fantastis dan spektakuler, toch memasuki dua periode kepemimpinan Beliau, negeri ini relatif aman dan terkendali. Meskipun rakyat miskin tambah banyak dan jumlah pengangguran terus bertambah (di atas kertas justru sebaliknya), namun menurut staf Beliau negeri ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Mungkin maksudnya terutama pertumbuhan harga sembako, seperti cabai yang menyentuh Rp. 90 ribu per kg, begitu pula bahan kebutuhan pokok lainnya, harganya meroket dan melangit.</p>
<p>Dalam masa kepemimpinan Beliau pemberantasan terorisme begitu gencar, bahkan sampai dalangnya pun bisa di-dor. Jaringannya di-uber sampe ke desa terpencil, hutan dan pegunungan.  Pemberantasan terorisme setidaknya mengurangi intensitas dar-der-dor bom meleduk, sehingga memberikan ketenangan bagi rakyat, wisatawan dan investor. Sebuah prestasi memang, bisa membuat  AS dan sekutunya berbangga dan memberikan pujian. Bahkan, Obama pun tidak takut-takut lagi untuk berkunjung ke sini.</p>
<p>Namun ironinya prestasi membasmi terorisme tidak diimbangi dengan prestasi membabat korupsi. Seolah terkesan mandul dan tidak berdaya. Tak heran jika koruptor kelas kakap seperti Gayus bisa meng-obok-obok proses dan lembaga peradilan. Belum lagi kasus lainnya yang tidak pernah tuntas, bahkan Kasus Bank Century yang sudah mendapat sorotan dan rekomendasi DPR RI untuk segera dituntaskan, seolah hilang senyap begitu saja.</p>
<p>Ya, banyak catatan bagus, cukup dan kurang sepanjang masa kepemimpinan Beliau. Tentu saja kita sebagai rakyat wajib memberikan apresiasi secara obyektif, meskipun tidak ikut menjadi pendukung kendaraan politiknya, meskpun tidak memilih Beliau dalam pilihan 2009 lalu. Ya, 2014 Beliau akan lengser dengan meninggalkan beragam  kelebihan dan kekurangannya.</p>
<p>Harapannya, pengganti Beliau kelak tentu harus lebih berkualitas sebagai RI 1. Siapapun itu, RI  1 mendatang akan mendapat tantangan yang jauh lebih berat, baik secara internal maupun eksternal. Namun hendaknya pengganti Beliau tidak termasuk golongan L-4 (loe lagi loe lagi).</p>
<p>Seolah-olah negeri berpenduduk terbanyak ke-4 di dunia ini kekurangan calon pemimpin bangsa, sehingga yang masuk bursa pencalonan dalam  belasa tahun hanya itu-itu saja. Menyedihkan memang. Padahal negeri ini menyimpan banyak potensi pemimpin bangsa, hanya persoalannya para pemimpin tua (60 tahun ke atas) tidak mau mengalah, di sisi lainnya para pemimpin muda (40 tahunan) selalu merasa ewuh-pakewuh (mungkin takut kewalat).  Nah, cobalah berembug untuk memikirkan kepentingan rakyat, kepentingan nasional, bahkan kepentingan global.  Bagaimanapun, 2014 harus terjadi suksesi yang sukses.   (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/475/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/475/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=475&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/08/menunggu-pengganti-beliau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Baca Dulu, Baru Nulis !</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/07/baca-dulu-baru-nulis/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/07/baca-dulu-baru-nulis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Jan 2011 17:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[bacaan]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[referensi]]></category>
		<category><![CDATA[situs jejaring sosial]]></category>
		<category><![CDATA[web-blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=473</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Kesempatan untuk menulis kini makin terbuka lebar, terutama dengan tersedianya fasilitas web-blog gratisan dan situs jejaring sosial, baik yang berasal dari luar negeri atau asli Indonesia. Kenyataannya, media asal luar negeri pun menyediakan fasilitas ber-bahasa Indonesia, sehingga makin memudahkan orang Indonesia untuk nge-blog atau posting tulisan. Memang perkembangan teknologi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=473&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Atep Afia Hidayat -</p>
<p>Kesempatan untuk menulis kini makin terbuka lebar, terutama dengan tersedianya fasilitas web-blog gratisan dan situs jejaring sosial, baik yang berasal dari luar negeri atau asli Indonesia. Kenyataannya, media asal luar negeri pun menyediakan fasilitas ber-bahasa Indonesia, sehingga makin memudahkan orang Indonesia untuk nge-blog atau posting tulisan. Memang perkembangan teknologi informasi berupa internet, menjadikan setiap orang untuk makin intensif bermomunikasi dan menyampaikan informasi.</p>
<p>Apapun yang terlintas dibenak seseorang, kini dengan mudah bisa ditulis dan dipublikasikan, dalam hitungan menit. Beda dengan jaman dulu (Jadul), terlebih dahulu harus menulis dengan mesin tik, setelah selesai dikirimkan oleh Pak Pos ke penerbit surat kabar tertentu di kota tertentu. Selanjutnya menunggu, seminggu, dua minggu, dan bisa sebulan, kalau beruntung tulisan berupa Surat Pembaca atau Opini bisa diterbitkan. Kalau redaksi tidak berkenan, maka tulisan yang dibuat semalam suntuk itu hanya sekedar masuk keranjang sampah. Masih untung kalau dikembalikan, dengan catatan dan embel-embel tulisan kurang berbobot.</p>
<p>Ya, saat ini memang sudah berubah seratus delapan puluh derajat, mesin ketik manual entah di mana,  Pak Pos sudah banyak yang menghilang, dan Om Redaksi yang “garang” pun bisa dilewati. Sekarang semuanya serba instan, begitu cepat dan mandiri. Persoalannya kini yang menjadi penentu konten dan kualitas tulisan adalah diri sendiri. Kemerdekaan menulis hendaknya dengan tetap memperhatikan etika, estetika, moral atau norma-norma yang berlaku di masyarakat.</p>
<p>Boleh menulis apa saja, tetapi sebelumnya hendaknya membaca terlebih dahulu. Membaca referensi yang ada di buku, artikel surat kabar, artikel di web-blog atau blog, jurnal atau bahan lainnya yang dianggap relefan dan berbobot. Begitu pula, menulis harus diawali dengan membaca situasi dan kondisi sekitar. Siapa yang diperkirakan menjadi pembaca tulisan, perlu mendapat perhatian serius. Kenyataannya masih banyak tulisan yang asal jadi, dengan logika dan pengetahuan ala kadarnya dan abal-abalan.  Persoalan menjadi riweuh jika hal yang ditulis termasuk persoalan serius dan sensitif .</p>
<p>Oleh karena itu, baca, baca dan bacalah, baru mulai menulis. Mencari sumber bacaan saat ini tidaklah sulit, bisa memanfaatkan jasa Om Google atau Mbak Yahoo, dengan menggunakan kata kunci tertentu. Tinggal cari, pilih dan pilah, namun jangan lupa, gunakan hati nurani dan pikiran yang jernih dalam menentukan referensi yang akan dipilih. Sebab hasil mesin pencarian bersifat umum, dengan hanya satu pertimbangan, yaitu kata kunci. Mesin pencari bersifat netral, tidak memihak dan kurang sensitif dengan nilai-nilai yang dianut kelompok masyarakat tertentu. Oleh sebab itu, carilah referensi yang memang “tidak menyesatkan”.</p>
<p>Keinginan untuk menulis dan mempublikasikannya melalui situs jejaring sosial atau web-blog  adalah perbuatan mulia, karena ada keinginan untuk berbagi dengan sesama. Namun hal itu tidak berlaku jika konten tulisan mengandung unsur provokasi, menimbulkan kebencian, memuat kebohongan atau pemutar-balikan fakta. Sekali lagi, tulisan adalah produk intelektual yang bersumber dari hati dan pikiran kita, sudah selayaknya pikiran harus terlebih dahulu diberi “makan yang bergizi” berupa bacaan yang berbobot. (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/473/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/473/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=473&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/07/baca-dulu-baru-nulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eksplorasi Humaniora</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/06/eksplorasi-humaniora/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/06/eksplorasi-humaniora/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 04:09:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[eksplorasi]]></category>
		<category><![CDATA[humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan lurus]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[paradigma]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=471</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Betapa indahnya jika terjadi interaksi manusia yang lebih manusiawi. Ya, setiap manusia berhubungan dengan mengacu pada nilai-nilai kemanusiaan, baik menyangkut perasaaan, pikiran dan tindakan. Sebuah eksplorasi humaniora yang positif, progresif dan proaktif, jika interaksi sesama manusia berdampak pada pengembangan dan perbaikan diri masing-masing. Hablum minannas, begitulah dalam konsep Islam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=471&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Atep Afia Hidayat -</p>
<p>Betapa indahnya jika terjadi interaksi manusia yang lebih manusiawi. Ya, setiap manusia berhubungan dengan mengacu pada nilai-nilai kemanusiaan, baik menyangkut perasaaan, pikiran dan tindakan. Sebuah eksplorasi humaniora yang positif, progresif dan proaktif, jika interaksi sesama manusia berdampak pada pengembangan dan perbaikan diri masing-masing.</p>
<p>Hablum minannas, begitulah dalam konsep Islam. Hubungan manusia yang mengacu pada nilai Islam. Dua-duanya mendapat manfaat dan berkah kehidupan, sebab acuan interaksinya adalah seperangkat software yang telah dibuat “Pembuat” manusia, yaitu Allah SWT.</p>
<p>Setiap interaksi sosial adalah produktif, karena selalu menghasilkan poin, nilai dan pahala, dengan demikian eksplorasi humaniora akan semakin intensif dan ekstensif. Ya, manusia diciptakan dalam kondisi beragam, berbeda, bersuku-suku, tidak lain untuk saling mengenal, saling berhubungan dan saling bersilaturahim. Eksplorasi humaniora harus berlandaskan kasih dan sayang, menuju jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberikanNya nikmat yang abadi.</p>
<p>Eksplorasi humaniora perlu dilandasi oleh paradigma bahwa setiap orang itu penting, siapapun itu tanpa kecuali. Karena hanya dengan keberadaan orang lainlah seseorang menjadi benar-benar “merasa” hidup. Setiap orang yang ditemui, kapanpun, dimanapun, siapapun adalah sesama insan, sesama mahluk, sesama hamba Allah SWT, yang tentu saja “dipertemukan” dengan sengaja. Tidak ada sesuatu yang kebetulan, semuanya berlandaskan skenario dan kehendak Allah SWT, bahkan sehelai daun yang rontok dari pepohonan, sudah ada perencanaannya, tidak ujug-ujug atau mendadak.</p>
<p>Dengan demikian, setiap orang yang ada di sekitar adalah penting, perlu dieksplorasi. Minimal dengan memberinya senyum, menyapanya, menyemangatinya atau membantunya jika dalam kondisi membutuhkan bantuan. Eksplorasi humaniora harus menyentuh perasaan, pikiran, ucapan dan tindakan. Contoh sukses eksplorasi humaniora dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sekitar 14 abad yang lalu di Tanah Arab. Bagaimana Rasulullah mendekati orang per orang, melalui sentuhan hati dan pikiran untuk menuju jalan Allah SWT. Bagaimana dalam waktu belasan tahun orang-orang jahiliyah bisa berubah menjadi orang-orang yang berpikiran dan berbudaya maju. Ya, diawali dengan sambung rasa dan ajakan olah pikir. Bagaimanapun manusia dikaruniai kemampuan merasa dan berpikir, sehingga bisa bermetamorfosa menuju peradaban yang lebih mulia.</p>
<p>Eksplorasi humaniora adalah menyentuh rasa, meng-kontak pikir dan mengajak berbuat kebaikan dan kebenaran. Ya, sudah tentu setiap yang benar adalah baik, tetapi belum tentu bahwa sesuatu yang baik itu benar. Kebenaran hanya satu, pasti dan bisa dipertanggung-jawabkan. Dan visi dan misi kehidupan manusia yang sebenarnya ialah mencari dan menemukan kebenaran sejati, bukan kebenaran semu dan palsu. Eksplorasi humaniora adalah salah satu jalan untuk mencari kebenaran sejati, dengan demikian perlu pengerahan potensi diri seoptimal mungkin. Semua kapasitas sumberdaya digunakan untuk mengungkap hakikat dan makna setiap episode kehidupan. Sehingga pada akhirnya puncak eksplorasi bisa diraih dan episode perjalanan hidup berlanjut di jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberiNya nikmat, bukan jalan yang dimurkaiNya, dan bukan jalan yang sesat. (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/471/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/471/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=471&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/06/eksplorasi-humaniora/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Efek Jomblo : Kepunahan Suatu Bangsa ?</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2011/01/06/efek-jomblo-kepunahan-suatu-bangsa/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2011/01/06/efek-jomblo-kepunahan-suatu-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Jan 2011 02:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[bamboccioni]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[jomblo]]></category>
		<category><![CDATA[kangaroos]]></category>
		<category><![CDATA[parasit lajang]]></category>
		<category><![CDATA[punah]]></category>
		<category><![CDATA[twixter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=468</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 (SP 2010) jumlah penduduk Indonesia telah melebihi 237 juta jiwa. Luar biasa, orang Indonesia ternyata begitu banyak, kalau seluruhnya dalam posisi berbaris dengan jarak setengah meter, panjang barisan akan mencapai 118.500 km, hampir 3 kali kaliling Planet Bumi ! Orang Indonesia setiap detik bertambah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=468&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <strong>Atep Afia Hidayat -</strong></p>
<p><em><strong>Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010 (SP 2010) jumlah penduduk Indonesia telah melebihi 237 juta jiwa. Luar biasa, orang Indonesia ternyata begitu banyak, kalau seluruhnya dalam posisi berbaris dengan jarak setengah meter, panjang barisan akan mencapai 118.500 km, hampir 3 kali kaliling Planet Bumi !</strong></em></p>
<p>Orang Indonesia setiap detik bertambah, dari penjuru mana saja, bisa dari kota atau desar, barat atau timur, pesisir atau pegunungan. Orang Indonesia juga banyak yang meninggal, tetapi tidak sebanyak yang dilahirkan, Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) masih sekitar 1,49 persen per tahun.</p>
<p>Tak dapat dipungkiri adanya pertumbuhan jumlah penduduk di Indonesia, antara lain karena banyaknya pernikahan untuk membangun mahligai rumah tangga yang menghasilkan keturunan. Lebih jauh lagi kesinambungan pertumbuhan penduduk tersebut, akan berpengaruh terhadap eksistensi suatu bangsa.</p>
<p>****</p>
<p>Berbeda dengan jumlah penduduk Jepang yang sudah cenderung menyusut, kalau pada tahun 2010 mencapai 127 juta jiwa, maka pada 2050 diprediksi menjadi 90 juta jiwa. Salah satu penyebabnya ialah makin banyaknya pria dan wanita yang cenderung memilih jadi lajang.  Data dari Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan, bahwa penduduk berumur 30 hingga 34 yang berstatus lajang sekitar 30.6 persen (1980). Lantas cenderung meningkat: 46.5 persen (1990), 57 persen  (1995) dan 79.1 persen (2005).</p>
<p>Otak orang Jepang memang sangat rasional, banyak yang takut menikah karena hasil perhitungan menunjukkan tidak bakal mampu membiayai rumah tangga.  Selain ada kecenderungan status lajang tidak dianggap lagi sebagai “cacat sosial”;  adanya tradisi nomikai (pesta minum) dan bermain judi yang menyebabkan pemborosan; dan jam kerja yang terlalu lama;  penyebab muda-mudi Jepang takut menikah ialah gaji yang tidak memadai, untuk laki-laki berusia rata-rata 35 tahun memperoleh penghasilan kurang dari 2 juta yen per tahun (sekitar Rp. 200 juta). Untuk kondisi di Jepang dengan gaji sebesar itu, hanya memungkinkan muda-mudi Jepang untuk menetap di rumah orang tua, maka munculah istilah “parasit lajang”.</p>
<p>Budaya industri yang kental  di Jepang memang menyebabkan orang Jepang sebagian waktunya tercurah di industri, dan sangat kurang untuk mengembangkan interaksi sosial.  Hubungan insan berlainan jenis menjadi semakin dingin, pada akhirnya makin jarang yang membina hubungan serius sampai pernikahan. Orang yang menikah semakin langka, sudah tentu wanita hamil pun menjadi jarang, dan ujungnya angka kelahiran bayi makin menyusut.</p>
<p>Efek lanjut dari fenomena parasit lajang memang tidak sederhana, terutama terhadap menurunnya jumlah penduduk  Jepang.  Jika dibiarkan berlarut, jumlah penduduk yang terus menyusut akan menjadi ancaman terhadap eksistensi suatu bangsa. Bisa saja bangsa tersebut menjadi musnah. Sejarah telah mencatat memang banyak bangsa yang telah mengalami kepunahan, terutama disebabkan bencana, perang dan wabah penyakit.</p>
<p>***</p>
<p>Fenomena parasit lajang memang tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga di negara lainnya seperti  di Amerika Serikat dikenal dengan istilah  twixter, di Inggris disebut  KIPPERS (kid’s in parents’ pockets erroding retirement savings), Italia (bamboccioni), Kanada (boomerang), Jerman (nesthockers), Perancis (tanguy syndrome), Korea Selatan (kangaroos), dan di Indonesia mungkin bisa disebut jomblo.</p>
<p>Menjomblo memang merupakan hak asasi dan sebuah pilihan hidup. Namun persoalannya jika mayoritas muda-mudi suatu bangsa berstatus jomblo, maka dampaknya sangat serius, yaitu kepunahan bangsa tersebut. Apalagi kalau mayoritas generasi muda umat manusia menjomblo, maka bisa menyebabkan kepunahan umat manusia di Planet Bumi. (Atep Afia).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/468/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/468/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=468&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2011/01/06/efek-jomblo-kepunahan-suatu-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Timnas Indonesia Vs Timnas Malaysia, 5 &#8211; 1, 0 &#8211; 3, Lantas ..? (Maunya 4 &#8211; 0 ..Hehehe)</title>
		<link>http://pantona.wordpress.com/2010/12/27/timnas-indonesia-vs-timnas-malaysia-5-1-0-3-lantas-maunya-4-0-hehehe/</link>
		<comments>http://pantona.wordpress.com/2010/12/27/timnas-indonesia-vs-timnas-malaysia-5-1-0-3-lantas-maunya-4-0-hehehe/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Dec 2010 14:13:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pantona</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>
		<category><![CDATA[bola bundar]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kesebelasan nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kuala lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[stadion bukit jalil]]></category>
		<category><![CDATA[stadion utama gelora bung karno]]></category>
		<category><![CDATA[tim garuda]]></category>
		<category><![CDATA[tim harimau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pantona.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Atep Afia Hidayat - Itulah sepak bola. Bola memang bundar. Prediksi dari siapapun dan dari manapun syah-sayah saja. Kalkulasi di atas kertas bisa berbeda 180 derajat dengan kondisi di lapangan. Itulah yang dialami Kesebelasan Nasional Indonesia (Tim Garuda). Setelah berjaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam babak penyisihan menekuk Kesebelasan Nasional Malaysia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=466&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh :<strong> Atep Afia Hidayat -</strong></p>
<p><em><strong>Itulah sepak bola. Bola memang bundar. Prediksi dari siapapun dan dari manapun syah-sayah saja. Kalkulasi di atas kertas bisa berbeda 180 derajat dengan kondisi di lapangan. Itulah yang dialami Kesebelasan Nasional Indonesia (Tim Garuda).</strong></em></p>
<p>Setelah berjaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam babak penyisihan menekuk Kesebelasan Nasional Malaysia (Tim Harimau) dengan skor yang sangat meyakinkan, 5 &#8211; 1, hanya dalam hitungan hari, Minggu 26 Desember 2010, di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur,  dalam babak final Piala AFF Suzuki 2010 sesi pertama, Tim Garuda ditekuk 3 &#8211; 0.  Apapun yang menjadi alasan dan kambing hitam, fakta di lapangan Tim Garuda memang nyaris tidak berkutik, kocar-kacir digempur Tim Harimau.</p>
<p>Tim Garuda kalah ? Ya, memang kalah telak. Setelah sebelumnya mendapat sambutan dan sanjungan yang begitu dahysat karena lima kali kemenangan beruntut dalam babak penyisihan di kandang, Stadion Utama  Gelora Bung Karno, Jakarta. Faktor tuan rumah ternyata pengaruhnya begitu dominan bagi kemenangan sebuah kesebelasan. Sebagai tuan rumah, mental bertanding begitu kuat, dengan dukungan penuh suporter mulai dari Presiden RI sampai rakyat biasa. Ada ketenangan dan kenyamanan tersendiri kalau bertanding di kandang sendiri.</p>
<p>Penampilan dan karakter Tim Garuda beruba total ketika bertanding di kandang lawan. Apa yang diperagakan selama babak penyisihan dan semi final di Jakarta, nyaris berbeda mutlak dengan penampilan di kandang lawan. Meskipun tak dapat dipungkiri, pada awalnya Tim Garuda terprovokasi ulah penonton yang menembakkan sinar laser, terutama ke arah penglihatan penjaga gawang, Markus Haris Maulana. Konsentrasi dan fokus bermain Markus langsung buyar sesaat setelah mengajukan protes, hal itu ternyata berpengaruh kepada pemain lainnya, terutama pemain belakang. Pertandingan sempat dihentikan beberapa menit. Penonton ditertibkan, namun apadaya provokasinya sudah sukses, menggoyahkan mental bertanding.</p>
<p>Sudahlah. Kalah menang memang merupakan hal biasa dalam suatu pertandingan. Tak perlu disesali lebih jauh lagi. Setidaknya hal itu menjadi bahan pembelajaran yang berarti bagi Tim garuda, ternyata selain menjadi jago kandang, sebuah tim sepak bola pun harus jago tandang. Pelajaran lainnya, sebuah tim sepak bola, apalagi tingkat nasional, yang mewakili sebuah bangsa dan negara dalam suatu turnamen, jangan mudah terprovokasi.</p>
<p>Provokasi bisa datang dari mana saja, mulai dari pemain lawan, wasit, hakim garis dan penonton. Bagaimanapun, sepak bola bukan sekedar berlari dan berebutan bola, lalu membawa bola, mengumpan kepada teman se tim, dan mencetak gol. Sepak bola adalah sebuah “pertarungan” yang melibatkan banyak hal, mulai dari fisik, mental, intelektual, spuritual, sosial, manajerial dan finansial.</p>
<p>Selain sebuah permainan, ternyata sepak bola juga menjadi komoditi, baik bisnis-ekonomi maupun sosial-politik. Ketika Tim Garuda dalam puncak kejayaannya, setelah membantai empat lawannya dalam babak penyisihan dan semi final Piala AFF Suzuki 2010, banyak pihak yang “merangkul” secara mendadak. Memang tujuannya mulia, sebagai simpati dan dukungan, namun di balik itu ada kepentingan yang tersembunyi, maka munculah istilah politisasi, ekonomisasi, dan sebagainya. Ya, lingkup dan determinasi sepak bola makin meluas, bahkan bisa menggugah nasionalisme, sebagaimana yang terjadi belakangan ini.</p>
<p>Namun ya itu tadi, euforia dengan beragam imbasnya terhadap kehidupan masyarakat bahkan dinamika pemerintahan, diawali dengan kemenangan demi kemenangan. Persoalannya jika kenyataan di lapangan tidak sesuai dengan obsesi, lantas bagaimana dengan nasib euforia, akankah padam begitu saja, lenyap dihembuskan angin dan suasana hiruk pikuk serta hingar bingar, kembali mereda dan meredup.</p>
<p>Meskipun, masih ada harapan pada babak final sesi kedua di Gelora Utama Bung Karno, Jakarta, Rabu 29 Desember 2010. Namun apapun hasilnya kita harus menerimanya dengan ikhlas. Bagimanapun tidak mudah bagi Tim Garuda untuk menekuk Tim Harimau dengan minimal 4 gol tanpa balas, padahal Tim Harimau sedang dalam kondisi puncak. Ya, sekali lagi kita hanya berharap. Semoga dari “Satu-Lima”, berbalik menjadi “Tiga-Nol”, dan berbalik lagi menjadi “Empat-Nol”. Bisakah ? Sekali lagi, bola memang bundar, selalu menggelinding, berputar.. (Atep Afia)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pantona.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pantona.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pantona.wordpress.com&amp;blog=10894971&amp;post=466&amp;subd=pantona&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pantona.wordpress.com/2010/12/27/timnas-indonesia-vs-timnas-malaysia-5-1-0-3-lantas-maunya-4-0-hehehe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/28e1c01bbf751f93ceb14d074da1910c?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pantona</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
